Konsumen sedang membayar transaksi dengan QRIS BRI. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mulai 1 Oktober 2026, Bank Indonesia memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS melalui pemberlakuan MDR 0% untuk transaksi hingga Rp100.000 pada seluruh kategori merchant.

Sebelumnya, merchant usaha kecil, menengah, dan besar dikenakan MDR sesuai kategorinya, yang umumnya sebesar 0,7%, sementara insentif MDR 0% hanya diberikan kepada merchant Usaha Mikro (UMI) untuk transaksi hingga Rp500.000.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Achris Sarwani di Denpasar, Kamis (3/9) menyebutkan, dengan kebijakan baru ini, seluruh merchant QRIS di Bali, termasuk merchant di sektor pariwisata, secara otomatis memperoleh fasilitas MDR 0% untuk setiap transaksi hingga Rp100.000 tanpa perlu memenuhi mekanisme tambahan tertentu.

Baca juga:  BPD Renon Sosialisasikan QRIS, Banyak Pegawai Sudah Paham Bertransaksi

“Secara khusus, kebijakan MDR 0% bagi merchant UMI hingga Rp500.000 tetap dipertahankan,” katanya.

Achris menyebutkan, berdasarkan data sistem pembayaran, merchant yang tergolong usaha mikro dan usaha kecil (UMI dan UKE) di Bali mencapai 1.023.552 merchant atau sekitar 89,54% dari total merchant QRIS di Bali, sehingga mayoritas pelaku usaha di Bali dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan tersebut.

Dari sisi pengembangan ekosistem, kata dia, kinerja QRIS di Bali menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Pada tahun 2025, jumlah merchant QRIS tercatat mencapai 1.081.257 merchant atau setara dengan 105,9% dari target yang ditetapkan.

Baca juga:  Inflasi Perdesaan Bali Tertinggi di Indonesia

“Hingga Juli 2026, jumlah merchant terus meningkat menjadi 1.144.332 merchant,” terangnya.

Untuk mendukung perluasan tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat akseptasi QRIS melalui berbagai program, salah satunya Pasar Rakyat Bali Go Digital yang menyasar digitalisasi pembayaran di pasar tradisional. Hingga saat ini, program tersebut telah dilaksanakan antara lain di Pasar Sukawati Gianyar, Pasar Amlapura Timur, Pasar Amlapura Barat, Pasar Windu Bhoga, dan Pasar Tegal Harum.

Baca juga:  Komisi IX DPR Setujui Ricky Perdana Ghozali Jadi Deputi Gubernur BI

Peningkatan jumlah merchant, imbuhnya, juga diikuti oleh pertumbuhan transaksi yang sangat kuat. Sampai dengan Juli 2026, volume transaksi QRIS di Bali mencapai 188,37 juta transaksi atau tumbuh 148,95% (yoy). Dari sisi nominal, transaksi QRIS mencapai Rp21,63 triliun atau tumbuh 84,14% (yoy).

“Capaian ini menunjukkan semakin tingginya preferensi masyarakat dan wisatawan dalam menggunakan instrumen pembayaran digital,” ucapnya.

Ke depan, QRIS diharapkan terus memperkuat inklusi keuangan, khususnya bagi UMKM dan sektor pariwisata, melalui penyediaan layanan pembayaran yang lebih efisien dan mendukung aktivitas ekonomi daerah. (Suardika/balipost)

BAGIKAN