Karyawan menghitung uang pecahan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (19/8), bergerak menguat 22 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.840 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.862 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi, dikutip dari Kantor Berita Antara, mengungkapkan bahwa penguatan rupiah diiringi keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan alias BI Rate di level 5,75 persen berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 18-19 Agustus 2026.

Baca juga:  Menyusut, Debit Air Bendungan Telaga Tunjung

Bank sentral juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility sebesar 25 basis poin menjadi masing-masing 4,75 persen dan 6,50 persen.

“Keputusan suku bunga ini tetap konsisten dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Kebijakan moneter itu, juga menjadi upaya untuk menjaga inflasi dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan pemerintah serta memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, BI disebut memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta meningkatkan likuiditas, dan mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas.

Baca juga:  Ini, 2 Kabupaten Geser Denpasar Catatkan Tambahan Terbanyak Kasus COVID-19

Melihat sentimen global, para investor dinyatakan menimbang sinyal yang bertentangan dari Iran dan AS terkait status Selat Hormuz bagi pelayaran kapal.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka. Adapun Iran justru mengatakan jalur air vital tersebut masih tertutup bagi lalu lintas pelayaran.

“Kesepakatan gencatan senjata sementara telah berakhir pada hari Senin (17/8), dan seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya beralih ke postur militer yang sepenuhnya ofensif akibat kebuntuan diplomatik, meskipun tidak ada laporan mengenai serangan baru dari kedua belah pihak pada hari Selasa (18/8),” ujar Ibrahim.

Baca juga:  Tangani TPPO, Indonesia Jajaki Kerjasama dengan Vietnam

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.844 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.856 per dolar AS. (kmb/balipost)

BAGIKAN