
AMLAPURA, BALIPOST.com – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Butus, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, kini mulai overload. Bahkan, ada investor Cina dikabarkan tertarik berinvestasi untuk mengelola sampah di TPA tersebut.
Kepala DLH Karangasem, I Made Wiguna, mengungkapkan, memang ada investor Cina melirik pengelolaan sampah yang ada di TPA Butus. Ia menjelaskan, saat ini rencana tersebut masih dalam tahap kajian oleh pihak investor, terutama terkait teknologi dan besaran investasi yang dibutuhkan.
“Sudah sempat survei lokasi pertengahan Agustus 2026, dan sekarang masih dikaji oleh mereka. Gambaran awalnya sampah akan diolah semuanya, tidak harus dipilah. Untuk teknologi yang digunakan sejenis incinerator, tetapi dengan teknologi yang berbeda,” ujar Wiguna.
Wiguna mengatakan, terdapat sejumlah hal yang kemungkinan nantinya diharapkan dapat difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem. Di antaranya terkait perizinan, penyiapan lahan, serta pembebasan pajak sementara. Namun, seluruhnya belum dibahas secara resmi karena investor masih melakukan penghitungan nilai investasi. “Pihak investor setelah melakukan survei melihat adanya kemungkinan pemanfaatan lahan yang berada di kawasan TPA Butus,” katanya.
Menurut Wiguna, selain teknologi dan investasi, kepastian ketersediaan sampah juga menjadi salah satu hal penting dalam rencana tersebut. Pasalnya, investor membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah tertentu agar pengolahan dapat berjalan secara berkelanjutan. “Kontinuitas sampah harus ada, sesuai yang dibutuhkan. Jika ini jalan, sampah-sampah se-kabupaten bisa ditarik ke sana,” imbuhnya.
Dia berharap, rencana investasi tersebut dapat direalisasikan sehingga persoalan sampah di Karangasem, khususnya tumpukan sampah di TPA Butus, dapat ditangani dengan lebih baik. “Mudah-mudahan bisa terwujud, dan sampah di Karangasem bisa dikelola dengan baik,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost).










