Sebanyak 61 calon perbekel dari 26 desa di Kabupaten Gianyar mengikrarkan komitmen bersama melalui Deklarasi Damai di Balai Budaya Gianyar, Senin (31/8).  (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Mengawal pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Tahun 2026 agar berjalan kondusif, sebanyak 61 calon perbekel dari 26 desa di Kabupaten Gianyar mengikrarkan komitmen bersama melalui Deklarasi Damai di Balai Budaya Gianyar, Senin (31/8). Deklarasi ini digelar untuk menjamin seluruh tahapan demokrasi tingkat desa berlangsung aman, tertib, jujur, dan adil.

Mengusung tema “Abhipraya Nayaka Dharma Rakshaka Desa” yang memuat makna tekad mulia melahirkan pemimpin penjaga kebenaran, pelindung, serta pemaju desa acara ini menjadi momentum krusial penegakan nilai-nilai demokrasi di tingkat akar rumput.

Baca juga:  Bali Terbukti Masih Jadi Destinasi Favorit

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menyampaikan sistem pemilihan langsung pada dasarnya berakar dari tradisi pemilihan perbekel. Menurutnya, keberhasilan pembangunan di tingkat kabupaten sangat bergantung pada stabilitas dan kemajuan di tingkat desa.

“Pemilihan langsung itu meniru pemilihan perbekel. Artinya, demokrasi sudah diuji dari paling bawah. Siapa pun yang memimpin, kalau desanya maju, kabupatennya juga ikut maju,” tegas Mahayastra.

Mahayastra menambahkan, Pemkab Gianyar berharap Pilkel 2026 menghasilkan figur perbekel yang responsif, berdedikasi tinggi, serta memiliki visi-misi yang selaras dengan arah pembangunan kabupaten, khususnya pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.  Ia memastikan pemerintah daerah siap mengawal dan mendukung program kerja para perbekel terpilih.

Baca juga:  Perbekel se- Badung Orientasi Lapangan ke Perpustakaan Nasional RI

Selain pembacaan ikrar damai, Bupati Gianyar menggarisbawahi beberapa poin penting yang wajib dipatuhi para kontestan selama masa kontestasi. Para calon perbekel diimbau mulai mempelajari regulasi pengelolaan dan akuntabilitas keuangan desa secara mendalam agar siap menjalankan pemerintahan yang akuntabel.

Kontestan diminta mengedepankan pemaparan program kerja nyata dan menghentikan praktik kampanye hitam (black campaign) yang berpotensi memecah belah warga. Perbedaan preferensi politik diimbau tidak merusak tatanan sosial, ketertiban, maupun keharmonisan antarwarga desa.

Baca juga:  Pelatih Karate PON Pertanyakan Nominal Bonus

Melalui Deklarasi Damai ini, jajaran Pemkab Gianyar bersama unsur masyarakat optimistis Pilkel Serentak 2026 dapat berjalan sukses serta melahirkan pemimpin-pemimpin desa yang berintegritas tinggi. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN