
SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus memperkuat tata kelola komunikasi publik melalui pengembangan Sistem Informasi Kehumasan Buleleng (Sihumble). Sistem ini mengintegrasikan berbagai kanal media kehumasan pemerintah daerah untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat.
Sihumble menjadi salah satu upaya Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng dalam mengelola informasi dan publikasi pemerintah secara lebih terstruktur. Melalui sistem tersebut, berbagai kanal kehumasan dapat dikelola dalam satu wadah.
Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Kominfosanti Buleleng, I Putu Suryada Santhi, mengatakan pengembangan Sihumble ditujukan untuk memperkuat komunikasi publik pemerintah daerah. Sistem tersebut diharapkan membuat proses penyebarluasan informasi berlangsung lebih cepat, tertata, dan terkoordinasi.
“Sihumble menjadi salah satu upaya kami untuk memperkuat komunikasi publik pemerintah daerah. Melalui modul ini, proses penyebarluasan informasi dapat dilakukan secara lebih cepat, tertata, dan terkoordinasi,” ujarnya, Senin (24/8).
Sihumble dapat diakses melalui laman singapinter.bulelengkab.go.id. Di dalam modul tersebut tersedia sejumlah kanal media kehumasan pemerintah, di antaranya website resmi, media sosial resmi, majalah digital, hingga kliping digital.
Menurut Suryada, integrasi tersebut juga memudahkan koordinasi pengelolaan konten publikasi. Informasi dari berbagai perangkat daerah dapat dikelola melalui satu sistem sehingga proses monitoring, dokumentasi, dan distribusi informasi kepada masyarakat menjadi lebih efektif.
Selain sebagai sarana publikasi, Sihumble dimanfaatkan untuk mendokumentasikan kegiatan pemerintah daerah, mengelola rilis berita, publikasi media sosial, serta mengarsipkan berbagai konten kehumasan secara digital. Suryada mengatakan pengembangan Sihumble diharapkan dapat meningkatkan responsivitas pelayanan informasi publik. Kendati demikian, kecepatan penyampaian informasi tetap harus diimbangi dengan kualitas dan validitas informasi.
“Kami ingin membangun ekosistem kehumasan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Informasi publik harus hadir lebih cepat, mudah diakses, dan tetap menjaga kualitas serta validitasnya,” tegasnya.
Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Made Suharta, mendukung pemanfaatan Sihumble untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan media kehumasan. Menurutnya, banyaknya kanal informasi yang dikelola pemerintah daerah membutuhkan satu wadah yang dapat mengintegrasikan pengelolaannya.
“Saat ini, Dinas Kominfosanti mengelola berbagai macam media kehumasan, sehingga diperlukan satu wadah atau modul untuk efektivitas pengelolaannya,” ungkapnya. (Yuda/balipost)










