Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Bontang Express II terbakar di area parkir kapal sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Untungnya, kapal yang terbakar itu dalam keadaan tidak beroperasi atau off.

Dudy menjelaskan kebakaran kapal tersebut diduga terjadi akibat korsleting listrik yang berasal dari kipas angin berdasarkan keterangan awal saksi.

“Kapal ini sedang off, (diduga) korsleting listrik, akibat kipas angin,” kata Menhub dilansir dari Kantor Berita Antara, Jumat (21/8).

Baca juga:  Donald Trump Turun Tangan Redakan Ketegangan Kamboja-Thailand

Menurut dia, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit setelah terdeteksi oleh kru kapal yang langsung melakukan penanganan awal terhadap kejadian tersebut.

Menhub menyampaikan saat kejadian, sistem pendeteksi langsung aktif dan berfungsi.

“Api padam dalam 30 menit. Api berhasil dipadamkan kru kapal. Insiden itu dilaporkan terjadi di ruang menyusui. Sprinkel nyala, berfungsi,” ucapnya.

Dudy menegaskan pihaknya meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus meningkatkan pengawasan agar kejadian kapal terbakar tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Baca juga:  Ledakan Amunisi di Garut Tewaskan 13 Orang

Ia mengatakan informasi sementara mengenai penyebab kebakaran masih berdasarkan keterangan anak buah kapal, sementara penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab utama insiden.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa kebakaran KMP Bontang Express II tersebut.

Masyhud menjelaskan kondisi kapal saat kejadian dalam keadaan kosong sehingga tidak terdapat penumpang maupun awak kapal yang menjadi korban akibat insiden kebakaran tersebut.

Baca juga:  Penambahan Signifikan, Positif COVID-19 di Indonesia Tembus 1.046 Kasus

“Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Korban jiwa tidak ada, kapal kosong. Tapi kapal ini tidak menempel di dermaga,” kata Masyhud. (kmb/balipost)

BAGIKAN