Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus narkoba yang melibatkan remaja berinisial AAN (15) dan diungkap Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Bali menjadi keprihatinan tersendiri. Kasus ini menunjukkan bahwa sindikat narkoba terus berupaya menyasar dan merekrut remaja untuk menjalankan bisnis terlarang mereka. Untuk mencegah hal ini, para orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku anak-anaknya.

Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M., Selasa (18/8), menyampaikan, masyarakat khususnya anak-anak harus aware of strangers (waspada terhadap orang asing atau tidak dikenal) dan menjaga komunitas pertemanannya.

“Waspada kepada orang tidak dikenal, jangan mudah percaya dan didekati. Apalagi diberikan barang-barang sesuatu yang nggak jelas, apapun bentuknya,” tegas Brigjen Putu Putera.

Baca juga:  Mantan Kapolsek Denbar Resmi Jadi Kapolres Bandara

Menurutnya, narkotika sudah bertransformasi. Kalau dulu fisiknya padat, sekarang bentuk cairan. Cara mengantisipasi narkoba adalah meningkatkan iman. Keluarga dan orang tua juga harus selalu menjaga aktivitas anak-anaknya.

Lingkungan rumah, tetangga, dan sekolah, juga punya peran besar. Begitu terjadi perubahan perilaku secara drastis pada anak, para orangtua harus peka dan langsung melakukan tindakan yang tepat.

“Kalau terjadi perubahan secara drastis (perilaku anak) dari kebiasaannya, perlu dicurigai. Makanya datang ke BNN agar bisa diasesmen,” ujar mantan Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI ini.

Pria asal Kecamatan Mengwi, Badung ini menyampaikan, penyebab utama anak-anak bisa terjerumus narkoba yakni pengaruh lingkungan, mulai dari teman dan orang tidak dikenal. Kondisi broken home tidak selalu jadi penyebab seseorang jadi penyalahgunaan narkoba.

Baca juga:  KA Turangga dengan KA Lokal Badung Bertabrakan, Satu Orang Tewas

“Semua bisa terjadi dan kepada siapapun. Kalau broken home, kami tidak melihat ke sana faktor dominannya. Silakan dipilih circle-nya yang baik. Saya yakin dan percaya orang tua pasti mau yang terbaik buat anak-anak,” tegasnya.

Mantan Kapolres Tabanan ini menjelaskan, dari hasil penelitian BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), di Indonesia terjadi kenaikan kasus penyalahgunaan narkoba. Angka prevalensinya kurang lebih 4 juta dari 200 juta penduduk Indonesia. Artinya, setiap provinsi memiliki kerawanan masing-masing dan Bali butuh perhatian.

Kalau bahasa analoginya, narkoba sudah di depan rumah. Oleh karena itu, masyarakat Bali harus waspada terhadap peredaran narkoba. Kearifan lokal yang dimiliki, banjar, desa, pararem, dan awig-awig harus diperkuat.

Baca juga:  Lacak Narkoba Dibantu Baru dan Tara

“Kalau BNN ini kan tidak serta merta bisa mengetahui, butuh peranan masyarakat. Bandar selalu mencari celah kok. Dari cari yang jual, jenis barang dan harus laku. Kebetulan ada kami yang memiliki otoritas untuk memberantasnya,” ucap mantan Kapolsek Kuta ini.

Perlu diketahui, seorang remaja berinisial AAN (15) ditangkap Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Bali, Senin (10/8). Pasalnya, AAN jadi kurir narkoba. Dari tangannya diamankan barang bukti sabu-sabu (SS) seberat berat 98,80 gram netto. Pelaku dibekuk di depan toko di Jalan Teuku Umar, Denpasar. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN