Personel gabungan melakukan pencarian korban tenggelam di Pantai Megada, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pencarian terhadap remaja, CJMCH (18) yang terseret arus dan tenggelam di Pantai Megada, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, ditemukan meninggal, Senin (13/7) sore. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban mengapung sekitar 300 meter dari TKP tenggelam, berkat pantauan drone thermal.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti  saat dikonfirmasi membenarkan jika jasad korban sudah ditemukan. “Kemarin sore korban ditemukan,” ujarnya, Selasa (14/7).

Baca juga:  Dari Asrama TNI Dibobol Maling hingga Tambahan Harian Kasus COVID-19 Bali Masih Terjadi

Informasi diperoleh di lapangan, Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban terapung dan kondisi meninggal dunia. “Korban atau target itu berhasil kita dapat dengan jarak sekitar 300 meter dari LKM, pukul 13.45 WITA,” terang I Made Widiantara, koordinator lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Pukul 13.15 WITA, diterbangkan drone thermal ke arah barat daya dari lokasi kejadian. Sekitar 15 menit kemudian korban terpantau mengapung. Informasi tersebut segera diteruskan kepada SRU laut yang kemudian bergerak menuju titik lokasi dan selanjutnya mengevakuasi korban. Jasad korban dibawa menuju tepi Pantai Pererenan pukul 15.35 WITA. Selanjutnya jasad korban dibawa ke RSD Mangusada menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung.

Baca juga:  Rekayasa Lalin di Kuta, Sejumlah Badan Jalan Steril Parkir

Saat pencarian melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ditsamapta Polda Bali, Satbrimob Polda Bali, Polairud Polres Badung, BPBD Kabupaten Badung, Balawista Munggu, ORARI Bali, serta keluarga korban.

Seperti diketahui area di pantai  terpasang bendera merah sebagai pertanda berbahaya karena rawan lakalaut. Remaja berinisial CJMCH (18) bersama temannya, FELL (18) dan EFP (18), Sabtu (11/7) sore, berenang di Pantai Megada, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung.

Baca juga:  Kemeriahan Natal di Aston Kuta

Diduga mereka berenang di lokasi terpasang bendera merah dan terseret arus. FELL dan EFP berhasil diselamatkan, sedangkan CJMCH beralamat di Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, terseret arus dan tenggelam. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN