Personel gabungan melakukan pencarian korban tenggelam di Pantai Megada, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Area di pantai yang terpasang bendera merah merupakan pertanda berbahaya karena rawan laka laut. Seorang remaja berinisial CJMCH (18) bersama temannya, FELL (18) dan EFP (18), Sabtu (11/7) sore, berenang di Pantai Megada, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung. Diduga mereka berenang di lokasi terpasang bendera merah dan terseret arus. FELL dan EFP berhasil diselamatkan, sedangkan CJMCH  beralamat  di Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, hingga Senin (13/7) belum ditemukan.

Ps Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti menyampaikan sejumlah saksi telah diperiksa terkait kejadian ini. Kronologisnya berawal korban bersama teman-temannya berenang  di timur Patung Gajah Mina pukul 17.00 WITA.

Baca juga:  WNA Diduga Korban Banjir Ditemukan Tak Bernyawa di Taman Pancing

“Karena di sana ombak di sana cukup besar, akhirnya korban dan teman-temannya pindah ke Pantai Megada. Sekitar 15 menit mereka mandi di TKP, lalu terseret arus ke tengah laut,” ujar Aiptu Ayu.

Mengetahui kejadian itu, dua petugas Badung Life Guard, I Made Wahyu Adi Putra  (29) dan I Nyoman Sujana (44) saat ini tugas langsung menuju para korban menggunakan papan penyelamat (rescue board). Mereka berhasil mengevakuasi FELL ke tepi pantai kondisi selamat. Sedangkan EFP yang masih mampu berenang dan sempat berusaha menolong korban.

Baca juga:  Bendera One Piece Berkibar Jelang HUT ke-80 RI, Ini Respons Kemendagri

Namun kuatnya arus laut membuat emeei terbawa ke tengah laut. Karena kehabisan tenaga, EFP akhirnya menyelamatkan diri dengan berenang kembali ke bibir pantai. Sementara  korban langsung menghilang. “Petugas Life Guard berusaha melakukan pencarian di titik terakhir korban terlihat. Namun   korban nihil terlihat di permukaan air,” ujarnya.

Menindaklanjuti peristiwa ini, personel Satpolairud Polres Badung, Polsek Mengwi, Basarnas Bali, Petugas Balawista Balawista Munggu dan Pererenan, langsung melakukan pencarian. Petugas melakukan penyisiran di sepanjang bibir Pantai Megada hingga pukul 19.00 WITA. Pencarian dihentikan sementara karena hari mulai gelap dan jarak pandang terbatas.

Baca juga:  Mencuri di Banyak TKP, Dua Remaja Ditangkap

Pada Minggu (12/7), pencarian kembali dilakukan. Tim gabungan melakukan pencarian menggunakan  rubber boat dan jet ski.  Penyisiran di sepanjang Pantai Pererenan hingga Pantai Munggu. Selain itu pemantauan dilakukan lewat udara menggunakan  helikopter Basarnas dan dua unit drone. Hingga pukul 18.00 WITA korban belum  ditemukan.

Aiptu menjelaskan, berdasarkan keterangan petugas life guard, ketiga remaja itu  mandi di kawasan ada bendera merah atau  tanda larangan berenang. Waktu itu  gelombang cukup tinggi.  “Korban diduga tidak bisa berenang hingga terseret arus. Kalau  dua temannya mampu mengapung hingga berhasil diselamatkan dan menyelamatkan diri,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN