Personel Satlantas Polres Badung melaksanakan edukasi Kamseltibcarlantas saat MPLS di SMP Ngurah Rai Kerobokan.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Polres Badung gencar menyambangi sekolah-sekolah untuk mengedukasi pelajar agar bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu bersinergi dengan pihak sekolah, orangtua, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi kenakalan remaja. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah tawuran, perundungan dan balapan liar.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Sabtu (18/7) menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program pembinaan dan penyuluhan (binluh), menjadi pembina upacara di sekolah, sosialisasi oleh Satbinmas, Satlantas, Satreskrim, Satresnarkoba, serta Bhabinkamtibmas.

Baca juga:  Siswi SMK di Gianyar Meninggal Usai Latihan Gerak Jalan

“Kami rutin memberikan pemahaman mengenai etika bermedia sosial, bahaya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber atau cyberbullying, hingga konsekuensi hukum dari penyalahgunaan media sosial,” ujarnya.

Selain itu, Polres Badung mengidentifikasi permasalahan sejak awal sehingga dapat diselesaikan secara preventif sebelum berkembang menjadi tindakan yang merugikan.

Terkait antisipasi tawuran antarpelajar yang kemudian diviralkan di media sosial, menurut Aiptu Ayu, pihaknya meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, khususnya saat jam pulang sekolah dan di lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya remaja.

Baca juga:  Pacar Hamil, Remaja Asal Gerokgak Dilaporkan ke Polisi

Apabila ditemukan indikasi potensi konflik, petugas akan segera melakukan langkah preventif, mediasi, dan pembinaan bersama pihak sekolah serta orang tua. Apabila terdapat unsur tindak pidana, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan terhadap anak.

Polres Badung mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan media sosial sebagai sarana belajar, berekreasi, dan menyebarkan hal-hal positif, bukan sebagai tempat memprovokasi atau mencari popularitas melalui tindakan yang melanggar hukum.

Baca juga:  Jumbara XI PMR Gianyar, 310 Relawan Remaja Diasah Jiwa Kemanusiaan dan Kemandirian

Peran orangtua, guru, dan masyarakat sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anak di dunia digital agar tercipta lingkungan yang aman, kondusif, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN