
JAKARTA, BALIPOST.com – Pemerintah melakukan sejumlah penyesuaian dalam penyelenggaraan Malam Kesenian Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar di sejumlah titik di Jakarta.
Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Simalungun, Sumatera Utara.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan seluruh rangkaian acara perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI telah dipersiapkan sejak jauh hari. Namun, menyusul bencana yang terjadi di sejumlah daerah, pemerintah melakukan penyesuaian dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi masyarakat saat ini.
“Seluruh rangkaian ini kami laksanakan dengan tetap memperhatikan situasi kebangsaan saat ini, dengan kondisi yang tadi telah disampaikan terkait dengan kejadian bencana di beberapa daerah,” ujar Riefky dalam konferensi pers, Senin (17/2) dilansir dari Kantor Berita Antara.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa salah satu penyesuaian yang dilakukan adalah menunda pertunjukan kembang api yang sebelumnya dijadwalkan menjadi penutup rangkaian acara perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bundaran HI, Jakarta.
Selain itu, pemerintah juga menyesuaikan materi visual dalam video mapping 360 derajat yang akan ditampilkan di Monumen Nasional (Monas) serta pertunjukan drone di sejumlah lokasi di Jakarta. Rencananya, pertunjukan tersebut nantinya akan memuat pesan duka, doa, dan solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana.
Dengan langkah tersebut, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tetap menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian, dan persatuan sebagai satu bangsa.
“Seluruh rangkaian ini kami rancang untuk mengajak masyarakat memperingati kemerdekaan dengan mengusung semangat kebersamaan tanpa sekat, sinergi lintas lembaga, untuk satu hari bersama yang berdampak pada ekonomi rakyat,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan memperkuat persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi ruang untuk mengingat perjalanan bangsa, menguatkan kebersamaan, serta menyampaikan pesan bahwa Indonesia adalah satu,” jelasnya.
Kendati demikian, Riefky mengatakan bahwa acara malam solidaritas tersebut tetap akan melibatkan ribuan talenta kreatif dari berbagai subsektor, mulai dari desain, fesyen, kuliner, musik, seni pertunjukan, konten digital, hingga teknologi baru yang mengisahkan perjalanan Indonesia lintas waktu.
Ia mengatakan bahwa lebih dari 3.000 pelaku kreatif lintas subsektor turut terlibat dalam Karnaval Budaya Nusantara yang membawa pesan persatuan, kekayaan budaya, dan semangat kebangsaan.
Sementara itu, Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Fahd Pahdepie mengatakan bahwa pemerintah mengimbau masyarakat yang berpartisipasi dalam Malam Kesenian Rakyat tetap dapat mengekspresikan rasa syukur, namun tetap mengedepankan empati dan tenggang rasa terhadap saudara-saudara yang menghadapi kesulitan.
“Pemerintah berkewajiban memfasilitasi agar rasa syukur itu bisa juga dikondisikan menjadi kegembiraan dan optimisme bersama. Tapi, kami juga mengimbau agar kegembiraan dan rasa syukur ini tidak berlebihan sehingga melupakan saudara-saudara kita yang sedang terdampak atau sedang menghadapi ujian dan musibah,” kata Fahd.
Pemerintah, lanjut dia, juga memastikan bahwa seluruh rangkaian acara Malam Kesenian Rakyat dan Karnaval Budaya Nusantara akan memuat pesan yang mengajak masyarakat untuk saling membantu, memupuk kebersamaan, memperkuat persatuan, serta mendoakan masyarakat yang terdampak bencana.
“Itu yang menjadi semangat dari peringatan kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia,” imbuh Fahd. (kmb/balipost)










