
GIANYAR, BALIPOST.com – Menghirup udara bebas usai menjalani masa hukuman tak lantas membuat Chaerulsyah (46) dan Sarmin (46) bisa langsung bernapas lega. Dua mantan narapidana asal Jawa Barat tersebut justru sempat tebingung-bingung di depan Rumah Tahanan (Rutan) Gianyar, Rabu (12/8). Tanpa memegang uang sepeser pun dan tak memiliki kerabat di Bali, keduanya mendatangi Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Gianyar untuk meminta petunjuk.
Kedatangan dua pria yang pernah bekerja sebagai buruh bangunan ini sempat membuat para staf di ruang depan Sekretariat DPRD Gianyar waswas. Namun, suasana tegang perlahan mencair setelah keduanya dengan jujur dan sopan menunjukkan surat keterangan bebas serta mengutarakan kondisi yang sedang mereka hadapi.
“Kami baru bebas hari ini. Tapi kami bingung tidak ada bekal untuk pulang, dan kerabat juga tidak ada di Bali. Kami tidak punya uang, tidak ada HP, jadi takut kalau minta bantuan ke warga sekitar. Makanya kami memberanikan diri mencoba masuk ke kantor ini,” ujar Chaerulsyah di hadapan para staf.
Melihat iktikad baik dan kejujuran mereka, staf DPRD Gianyar lantas mempersilakan keduanya duduk dan beristirahat. Selain menyajikan makanan dan minuman, pihak sekretariat segera berkoordinasi dengan pimpinan. Tak lama berselang, salah seorang staf memberikan bantuan berupa uang dalam amplop untuk bekal perjalanan mereka kembali ke kampung halaman.
Sambil mengusap rasa haru, kedua mantan warga binaan tersebut menceritakan awal mula kasus hukum yang menjerat mereka. Tepat setahun lalu, pada 17 Agustus 2025, keduanya membawa sepeda motor milik tempatnya bekerja untuk jalan-jalan ke pantai. Naas, motor tersebut hilang dicuri orang. Karena takut melapor kepada mandor proyek, permasalahan tersebut berbuntut panjang hingga menyeret mereka ke meja hijau dan diganjar hukuman satu tahun penjara.
“Setelah mendapat remisi 17 hari, akhirnya hari ini kami resmi bebas. Kami sangat bersyukur diterima dengan sangat baik di kantor ini dan dibantu biaya untuk pulang. Dari sini kami langsung menuju Terminal Ubung, Denpasar, untuk mencari bus antarprovinsi menuju Jawa Barat,” ungkapnya penuh syukur sebelum berpamitan meninggalkan lokasi. (Wirnaya/balipost)









