
BANGLI, BALIPOST.com – Setelah puluhan tahun melintang di dunia politik, mantan Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata kini bersiap memulai babak baru di adat. Ia terpilih secara musyawarah mufakat sebagai Bendesa Adat Bangbang dalam Pesamuan Desa Adat yang digelar pada Minggu (5/7) lalu.
Proses pemilihan tersebut melibatkan 258 Krama Banjar Marep yang memiliki hak suara sesuai ketentuan awig-awig setempat. Tahapan pemilihan sebelumnya menjaring tiga nama calon, sebelum akhirnya mengerucut menjadi dua kandidat setelah satu orang mengundurkan diri.
Bagi masyarakat Bangli, Ngakan Kutha Parwata merupakan figur yang sudah lama dikenal memiliki rekam jejak panjang di legislatif. Pria 65 tahun itu pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Bangli (2001–2004), Ketua DPRD Bangli (2004–2009 dan 2014–2019), serta Anggota DPRD Provinsi Bali (PAW 2011–2014). Kini dia sudah tidak aktif lagi di dunia politik.
“Saat ini saya sudah tidak aktif lagi berpolitik aktif dan sudah tidak duduk lagi dikepengurusan partai politik. Itu juga bagian dari salah satu syarat yang ada di adat,” ujar Ngakan Kutha Parwata ditemui Senin (6/7).
Dia mengakui bahwa ranah adat merupakan dunia yang sepenuhnya baru bagi dirinya sehingga ia merasa masih harus banyak belajar. Menurutnya, dunia politik sangat berbeda dengan konsep ngayah di desa adat. “Pengalaman di politik sebelumnya memang sudah lama, tetapi sekarang saya harus belajar lagi,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gusdek mengaku motivasi dirinya ngayah di adat adalah untuk membenahi tata kelola komunikasi krama saat paruman. Ia menyoroti fenomena warga yang cenderung pasif menyampaikan usulan saat rapat, namun justru banyak mengeluh (pakrimik) setelah keputusan diambil. Selain itu ia juga ingin menertibkan administrasi hukum adat. Seluruh program kerja ini diorientasikan untuk meningkatkan kesukertaan masyarakat secara sekala maupun niskala.
Sebagai tindak lanjut setelah terpilih, dia mengaku akan segera menunjuk jajaran prajuru. Dikatakannya sesuai agenda panitia pemilihan, pelantikan atau mejaya-jaya Bendesa dan prajuru yang baru akan dilaksanakan pada Budha Kliwon Pahang mendatang. (Dayu Swasrina/balipost)








