Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengendalian subsidi bahan bakar minyak (BBM) khususnya Pertalite, dilakukan secara bertahap. Ia pun menyebut sistem yang dimiliki Pertamina sudah mumpuni untuk pembatasan tersebut.

“Kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa (11/8), setelah menerima kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, ia mengatakan pengendalian subsidi BBM dapat dilakukan dengan tidak diperbolehkannya masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 membeli Pertalite, mereka harus membeli BBM nonsubsidi.

Baca juga:  Deteksi Lokasi Warga Terisolasi Akibat Gempa, Polri Kerahkan Tim Drone Brimob

Menurut dia, pengendalian subsidi BBM saat ini masih dalam pembahasan dan diharapkan dalam waktu tidak lama setelah semua sistem siap dapat diimplementasikan.

“Mungkin yang masuk desil 9-10. Supaya beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap. Sedang kita pelajari sistemnya,” ujarnya

Apalagi kata Purbaya, saat ini harga minyak dunia masih bergejolak, untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah yang tepat, supaya anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) aman sampai akhir tahun.

Selain membahas terkait pengendalian subsidi BBM, Menkeu Purbaya dan Menteri Bahlil juga fokus pada pembahasan APBN, apalagi Kementerian ESDM merupakan penyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terbesar.

Baca juga:  Peroleh Bintang Kehormatan, Ini Kata Ari Dwipayana

“Jadi kami tadi fokus memastikan bahwa APBN tahun ini aman. Kan beliau (Kementerian ESDM) memberikan kontribusi yang besar untuk PNBP, jadi kita diskusi di situ. Kita juga mesti waspada terus dan menjaga serta memastikan APBN kita aman sampai akhir tahun,” katanya menambahkan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menemui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membahas terkait penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) agar tepat sasaran.

Baca juga:  Menkeu Dorong Percepatan Belanja Daerah, Pemkab Badung Tegaskan Anggaran Tidak Mengendap

“Tadi kita membahas juga pola subsidi (BBM) agar tepat sasaran,” kata Bahlil.

Menurut dia, selama ini subsidi produk minyak dan gas belum sepenuhnya tepat sasaran, bahkan orang yang termasuk mampu menerima bahan bakar bersubsidi.

Untuk itu, Bahlil menemui Purbaya dalam rangka mencari sistem penyaluran BBM dan produk gas yang tepat sasaran, karena selama ini ratusan triliun rupiah uang dialokasikan untuk subsidi energi. (kmb/balipost)

BAGIKAN