Sejumlah kendaraan antre di Jalan Buluh Indah, Denpasar untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Jumat (28/8). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dua kapal tanker Pertamina Patra Niaga mengangkut total 24,2 juta liter bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan 10 juta liter Pertamax telah tiba di Bali untuk mempercepat penyaluran energi di Pulau Dewata.

Area Manager Communication, Relations and CSR Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Jumat (28/8) menjelaskan suplai BBM itu diharapkan mempercepat penguraian antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali.

“Setelah pasokan masuk ke terminal, kami optimalkan operasional dan distribusi selama 24 jam untuk mempercepat pengisian kembali stok di SPBU,” katanya dilansir dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Tahun 2025, Kebangkitan Sekaligus Tantangan bagi UMKM  Bali

Ia menjelaskan dua kapal tanker itu yakni MT Green Plus membawa 22 juta liter Pertalite dan 10 juta liter Pertamax yang telah tiba di Terminal Integrasi (IT) Manggis di Kabupaten Karangasem pukul 16.00 WITA.

Kemudian kapal tanker MT Lineo membawa 2,2 juta liter Pertalite yang telah tiba di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar pukul 14.00 WITA.

Sebelumnya, pada Kamis (27/8) BUMN bidang minyak dan gas bumi itu juga telah meningkatkan penyaluran Pertalite menjadi 2.300 kiloliter, atau meningkat 700 kiloliter dibandingkan penyaluran pada hari sebelumnya sebesar 1.600 kiloliter melalui IT Manggis dan Terminal BBM Sanggaran.

Baca juga:  Hujan dan Angin Masih Berpotensi Terjadi, Cek Prakiraan Cuaca Bali 7 Juli 2025

Pihaknya kemudian mengatur alokasi pasokan tersebut khususnya ke wilayah yang harus diprioritaskan agar dampaknya dapat segera dirasakan masyarakat salah satunya di wilayah Kota Denpasar.

Sementara itu, untuk memperkuat pasokan Pertalite di Kota Denpasar, Ahad menambahkan pihaknya menyiapkan operasional Terminal BBM Sanggaran selama 24 jam guna mempercepat penyaluran ke SPBU.

Langkah itu dilakukan dengan pemantauan kondisi stok dan penyaluran secara intensif, serta penguatan koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU.

Optimalisasi penyaluran BBM, lanjut dia, akan terus dilakukan hingga ketersediaan BBM di SPBU kembali normal dan antrean masyarakat dapat segera terurai.

Baca juga:  Polda Berharap Situasi Menjelang Pemilu Tidak Memanas

Sebelumnya, terjadi peningkatan antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU khususnya di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung. Menurut dia, hal itu merupakan kondisi sementara yang dipengaruhi oleh penyesuaian stok di beberapa titik suplai.

Untuk mengatasinya, pihaknya melakukan percepatan pasokan, meningkatkan penyaluran, serta mengatur prioritas distribusi berdasarkan kebutuhan dan kondisi stok di masing-masing wilayah.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” kata Ahad. (kmb/balipost)

BAGIKAN