
DENPASAR, BALIPOST.com – Pelabuhan Benoa merupakan salah satu pintu masuk dan keluar transportasi laut yang cukup aktif. Oleh karena itu, kedatangan kapal penumpang secara berkala menjadi perhatian jajaran Polresta Denpasar, khususnya dalam aspek pengamanan dan pelayanan masyarakat.
“Penumpang kapal yang tiba di Pelabuhan Benoa memiliki tujuan yang beragam. Ada yang hanya transit atau melanjutkan perjalanan ke daerah lain, ada pula yang turun di Bali untuk berwisata, mengunjungi keluarga maupun melakukan aktivitas pekerjaan. Karena itu, kami tidak melakukan generalisasi terhadap tujuan setiap penumpang, tetapi pengamanan dilakukan terhadap seluruh aktivitas kedatangan dan keberangkatan kapal,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Selasa (11/8).
Menurutnya, kapal penumpang tidak selalu datang dengan interval yang sama karena jadwal kedatangan bergantung pada rute dan jadwal operasional masing-masing perusahaan pelayaran. Setiap kedatangan kapal, personel Polresta Denpasar khususnya Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa bersama instansi terkait melakukan koordinasi dan pengamanan untuk memastikan aktivitas di pelabuhan berjalan aman, tertib dan lancar.
“Untuk jumlah penumpang juga sangat fluktuatif, tergantung kapal, rute dan jadwal keberangkatan. Sebagai gambaran, saat kedatangan KM Awu tanggal 10 Agustus 2026, tercatat 210 penumpang turun di Pelabuhan Benoa dan 503 penumpang merupakan penumpang lanjutan. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian penumpang memang hanya transit atau melanjutkan perjalanan,” tegasnya.
Pengamanan tidak hanya berfokus pada jumlah penumpang, tetapi juga memastikan proses turun-naik penumpang, pemeriksaan barang bawaan serta aktivitas di area terminal berlangsung sesuai ketentuan. “Kami bersama pihak Pelindo, KSOP, TNI AL, agen pelayaran dan instansi terkait terus melakukan koordinasi. Tujuannya agar setiap kedatangan kapal dapat berlangsung aman, tidak terjadi kepadatan yang mengganggu pelayanan, serta seluruh penumpang mendapatkan rasa aman selama berada di kawasan Pelabuhan Benoa,” pungkas mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini.
Setibanya kapal di dermaga, personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI AL, Pelindo, Pelni, Karantina dan KSOP langsung melaksanakan pengamanan serta pemeriksaan terhadap penumpang yang turun beserta barang bawaan mereka. Pemeriksaan dilakukan menggunakan mesin X-Ray sebagai langkah antisipasi terhadap masuknya barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban, seperti senjata tajam, minuman keras, bahan peledak maupun narkotika. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang yang menjadi target operasi (TO), seperti sajam, miras, handak maupun narkoba, serta tidak ditemukan pelanggaran lainnya.
“Pengamanan dan pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh penumpang maupun barang bawaan yang turun dari kapal dalam kondisi aman. Pemeriksaan menggunakan X-Ray juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap barang-barang yang berpotensi membahayakan keamanan,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)










