
DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 352 anggota Kontingen Pramuka Bali siap membawa nama Pulau Dewata pada Jambore Nasional XII yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Graha Wisata Cibubur, Jakarta, pada 12–21 Agustus 2026.
Tidak hanya mengusung semangat persaudaraan dan kebangsaan, kontingen Bali juga datang dengan misi khusus, yakni memperkenalkan budaya Bali sekaligus mengampanyekan gerakan peduli lingkungan.
Keberangkatan kontingen dilepas langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Majelis Pimpinan Daerah Gerakan Pramuka Bali di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Jumat (7/8). Pelepasan ditandai dengan pemasangan jaket kontingen dan penyerahan bendera kepada pimpinan kontingen.
Jambore Nasional XII merupakan pertemuan akbar Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia yang menjadi ajang pembinaan karakter, kepemimpinan, keterampilan, hingga mempererat persaudaraan antardaerah.
Dalam arahannya, Gubernur Koster mengaku bangga melihat semangat para peserta yang akan mewakili Bali. Ia berharap seluruh anggota kontingen mampu menunjukkan disiplin, karakter, dan jati diri sebagai generasi muda Bali yang berbudaya.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki etika, karakter, dan identitas yang kuat.
“Yang utama bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi menjadi pribadi yang baik, beradab, dan berkarakter. Itulah kekuatan orang Bali yang harus terus dijaga,” tegas Koster.
Ia juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan Jambore sebagai ajang belajar, bertukar pengalaman, sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik di tingkat nasional.
“Jaga kesehatan, ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Tunjukkan semangat kompetisi dan buktikan bahwa anak-anak Bali mampu menjadi yang terbaik,” pesannya.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menjelaskan, kontingen Bali berjumlah 352 orang, terdiri atas 288 Pramuka Penggalang, 36 pembina atau pendamping, 18 pimpinan kontingen cabang, serta 10 pimpinan kontingen daerah.
Seluruh peserta telah melalui proses seleksi, pemusatan latihan, hingga pembekalan secara intensif sehingga siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jambore Nasional.
Yang menjadi keunggulan Kontingen Bali tahun ini adalah misi lingkungan yang diusung selama kegiatan berlangsung. Para peserta akan menerapkan budaya pengelolaan sampah berbasis sumber, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memperkenalkan kearifan lokal Bali dalam menjaga kelestarian alam.
Melalui semangat kepanduan, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan, Kontingen Bali diharapkan tidak hanya menjadi peserta Jambore Nasional XII, tetapi juga menjadi duta Pulau Dewata yang mampu menginspirasi peserta dari seluruh Indonesia. (Suka Adnyana/balipost)










