Proyek pengerjaan Damamaya Comband di Graha Sewaka Dharma.(BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Damamaya Command Center yang sebelumnya berada di area bassement Graha Sewaka Dharma (GSD) Kota Denpasar dipindah ke lantai 2 yang saat ini pengerjaan proytek tengah berlangsung. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi ruang tersebut menjadi pusat kendali terpadu pelayanan publik.

Melalui sistem baru ini, seluruh instansi yang menangani respons cepat akan ditempatkan dalam satu ruangan sehingga koordinasi penanganan keadaan darurat dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi saat dikonfirmasi Rabu (5/8), mengatakan, dipindahkannya lokasi Damamaya Command Center ke lantai 2 GSD untuk mendukung operasional sistem. Ruangan baru memanfaatkan bekas ruang staf perizinan serta area kosong (void) di atas lobi yang kini dibangun menjadi ruang operasional yang lebih luas.

Baca juga:  Siswa SMP Ditemukan Tak Bernyawa di Lahan Kosong

Seiring pengerjaan proyek tersebut, akses pelayanan di Gedung Graha Sewaka Dharma juga mengalami penyesuaian. Pintu masuk utama pelayanan dikembalikan melalui Lobi Timur yang dapat diakses langsung maupun melalui area parkir bassement.

Wirakusuma menegaskan, penutupan sementara sebagian area lobi bawah bukan karena adanya perubahan pelayanan kepada masyarakat, melainkan semata-mata untuk menjaga keselamatan pengunjung selama proses pekerjaan konstruksi berlangsung. “Penutupan area dilakukan untuk pengamanan agar material pekerjaan dari lantai atas tidak membahayakan masyarakat yang datang mengurus pelayanan,” jelasnya.

Proyek Damamaya Command Center ditargetkan rampung pada Desember 2026 sehingga pusat kendali terpadu tersebut dapat segera beroperasi penuh. Sementara itu, pelaksanaan teknis pembangunan fisik beserta besaran anggaran proyek menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Denpasar.

Baca juga:  Pemerintah Pusat Wacanakan Tutup TPA Suwung

Demikian kata Wirakusuma, optimalisasi pemanfaatan ruang tersebut dilakukan untuk memangkas waktu respons (response time) sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi perangkat daerah dalam menangani berbagai kejadian di lapangan. Selama ini menurutnya, masing-masing instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Dinas Kesehatan masih bekerja dari posko masing-masing. Sementara Damamaya Command Center hanya berfungsi sebagai pusat pemantauan melalui layar monitor.

Melalui sistem baru, petugas dari berbagai instansi akan berjaga selama 24 jam dalam satu ruang kendali terpadu. Dengan demikian, koordinasi penanganan kebakaran, bencana, kecelakaan, gangguan ketertiban umum maupun kondisi darurat lainnya dapat dilakukan secara langsung tanpa harus menunggu komunikasi antarkantor. “Tujuan utamanya adalah mempercepat respons dan mempermudah koordinasi karena seluruh petugas berada dalam satu ruangan,” ujar Wirakusuma.

Baca juga:  Mantan Kadisdik Bali, Ngurah Oka Berpulang

Selain mengintegrasikan personel lintas instansi, Damamaya Command Center juga akan menggabungkan berbagai sistem teknologi pendukung. Salah satunya adalah Automatic Traffic Control System (ATCS) milik Dinas Perhubungan yang memungkinkan pemantauan lalu lintas dan kawasan publik secara real time.

Pemantauan jaringan kamera pengawas (CCTV) juga akan dimanfaatkan lebih maksimal. Satpol PP nantinya dapat mendeteksi berbagai pelanggaran di ruang publik, seperti keberadaan pengamen, gelandangan dan pengemis (gepeng), maupun aktivitas lain yang mengganggu ketertiban tanpa harus menunggu laporan masyarakat.

Tak hanya itu, layanan panggilan darurat juga akan dipusatkan melalui integrasi nomor layanan seperti 112 dan 2233333 sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih mudah dalam melaporkan kejadian darurat. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN