Suasana Pantai Padanggalak. (BP/ara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sampah kiriman mulai muncul di pesisir di Denlasar. Bahkan kemunculan sampah kiriman lebih awal ini sempat mencapai 4 ton dalam sehari. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menyiagakan personel di wilayah pesisir.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, I Dewa Gede Oka Adhi Saputra saat dikonfirmasi, Rabu (5/8) mengatakan, munculnya sampah kiriman ini sudah mulai sejak pertengahan Juli lalu. Material sampah yang terbawa arus laut mulai terdampar, meski intensitasnya belum terjadi setiap hari karena dipengaruhi kondisi cuaca, angin, dan gelombang.

Baca juga:  Masih di Atas 5.000, Tambahan Kasus COVID-19 Nasional

Ia mengungkapkan, volume sampah kiriman sempat mencapai sekitar 4 ton dalam sehari, tepatnya pada Jumat pekan lalu. Penumpukan terbesar terjadi di kawasan Pantai Padanggalak.

Sementara itu, untuk kawasan pesisir Sanur hingga Pantai Biaung, kondisi masih relatif terkendali. Sampah kiriman memang sempat muncul di Pantai Biaung selama dua hari, namun langsung ditangani oleh petugas sehingga tidak berlangsung lama.

Kemunculan sampah kiriman saat ini, kata Gede Oka, masih bersifat fluktuatif. Sampah dapat datang sewaktu-waktu, kemudian kembali hilang terbawa ombak. “Kadang datang, kadang menghilang terbawa ombak karena dipengaruhi kondisi cuaca dan arah angin,” ujarnya.

Baca juga:  Kabupaten Ini Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus COVID-19 Baru Juga Korban Jiwa Harian

Material yang paling banyak ditemukan bukan berupa sampah plastik, melainkan pecahan kayu dan material alami lainnya yang hanyut ke pesisir. Meski demikian, petugas tetap melakukan pembersihan setiap kali terjadi penumpukan.

Untuk itu, DLHK Kota Denpasar terus menyiagakan personel kebersihan di kawasan pesisir untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah kiriman apabila kondisi angin dan gelombang berubah. Pembersihan dilakukan secara berkala sehingga aktivitas di pantai tetap normal.

Baca juga:  Gempa Ketiga Guncang Karangasem, Terbesar dan Dirasakan hingga Jembrana

“Untuk wilayah Sanur tidak terlalu banyak yang perlu mendapat perhatian. Pantai Biaung sempat dua hari terdampak, tetapi sudah langsung kami atensi,” jelasnya.

Oka menambahkan, berdasarkan pola yang selama ini terjadi, musim sampah kiriman umumnya berlangsung pada pertengahan September hingga Desember. Namun tahun ini kemunculannya terpantau lebih awal, meski dengan intensitas yang belum stabil. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN