
DENPASAR, BALIPOST.com – Selain sapi, bantuan bibit babi juga diglontorkan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian. Tahun ini sudah ada 30 bibit babi yang disalurkan menyasar Kelompok Ternak Babi Gotong Royong Maju Jaya, Desa Ubung Kaja, Denpasar.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi saat diwawancarai Senin (3/8) mengatakan, penyaluran bibit babi tersebut sebagai upaya menjaga ketahanan di masyarakat. Ia mengatakan, bantuan yang disalurkan pada tahun anggaran 2026 ini mencakup 30 ekor bibit babi unggul. Selain bibit babi, pihaknya juga memberikan bantuan 15 zak pakan konsentrat.
“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata dari Pemerintah Kota Denpasar untuk memstimulus para peternak lokal agar dapat meningkatkan produktivitas usahanya. Kami berharap kelompok penerima dapat mengelola bibit serta pakan ini dengan baik dan konsisten menerapkan manajemen pemeliharaan serta kesehatan hewan yang optimal,” ujarnya.
Kata Suparmi, penyerahan bibit telah dilakukan pada 5 Mei 2026 lalu. Pihaknya berharap pemberian bantuan ini mampu memicu pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. “Dengan kesinergian program ini, kita dapat bersama-sama bergotong royong mewujudkan perputaran perekonomian masyarakat selain sebagai wujud ketahanan pangan, meskipun saat ini situasi kita berdesa di kota,” ungkapnya.
Melalui penyaluran bantuan bibit dan pakan konsentrat ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar juga berharap Kelompok Ternak Babi Gotong Royong Maju Jaya dapat menjadi percontohan pemeliharaan ternak yang berkelanjutan dan berkontribusi langsung terhadap kemandirian pangan di wilayah Denpasar Utara.
Sebelumnya, Dinas Pertanian Kota Denpasar juga telah menyerahkan bantuan 11 ekor induk sapi beserta 11 sak pakan konsentrat kepada Kelompok Beternak Sapi Gotong Royong di Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Selain menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan hewani, penyaluran bantuan bibit sapi tersebut sekaligus meningkatkan populasi ternak sapi di Kota Denpasar. Suparmi, mengatakan bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi kelompok peternak agar mampu mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan.
Disisi lain, Dinas Pertanian juga akan melakukan pendampingan teknis, pemantauan kesehatan ternak, serta pembinaan kepada kelompok penerima agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal. “Kami mengajak seluruh anggota kelompok untuk menjaga kesehatan ternak dengan menerapkan biosekuriti, pemberian pakan yang baik, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sehingga ternak dapat berkembang dengan optimal,” tambahnya. (Widiastuti/balipost)










