Gubernur Bali, Wayan Koster berbagi tali kasih kepada siswa/siswi SMA, SMK, dan SLB pada perayaan Konser Tumpek Krulut, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Sabtu (1/8) malam. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ribuan warga Bali yang didominasi kalangan generasi muda memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu (1/8) malam, dalam perayaan Rahina Tumpek Krulut melalui gelaran Konser Tumpek Krulut. Suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan semangat kasih sayang mewarnai perayaan yang dihadiri langsung Gubernur Bali Wayan Koster.

Sejak sore hingga malam, tribun Ardha Candra dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan yang antusias menikmati suguhan musik dari para seniman Bali.

Perayaan Tumpek Krulut yang dikenal sebagai Rahina Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang menurut dresta Bali juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, serta penghormatan antarsesama.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga menyerahkan tali kasih kepada siswa-siswi SMA, SMK, dan SLB sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi bagi generasi muda Bali.

Baca juga:  Kematian Capai Rekor, Seluruh Kabupaten/kota Tambah Korban Jiwa COVID-19

Di hadapan ribuan peserta, Gubernur Koster mengajak anak-anak muda memahami makna Rahina Tumpek Krulut sekaligus mengenal berbagai warisan budaya leluhur Bali.

“Anak-anak muda yang tercinta dan kita banggakan semua, terima kasih atas kehadirannya malam hari ini untuk menikmati hiburan dari para seniman dan musisi Bali dalam rangka perayaan Rahina Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang menurut dresta Bali,” ujarnya.

Menurut Gubernur Koster, generasi muda harus mengetahui makna Tumpek Krulut beserta seluruh nilai-nilai kearifan lokal Bali. Pemahaman tersebut penting agar budaya yang diwariskan leluhur tetap hidup dan menjadi identitas masyarakat Bali di tengah perkembangan zaman.

“Harus tahu Tumpek Krulut itu apa dan juga nilai-nilai kearifan lokal lainnya, supaya kita sebagai generasi penerus memahami dan menghayati warisan leluhur Bali yang diwariskan kepada kita semua,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Koster dan Kepala Daerah Teken Kesepakatan 10 Persen PHR untuk 6 Kabupaten

Ia menegaskan, eksistensi Bali sebagai pulau yang dikenal dunia tidak terlepas dari kekuatan budaya yang diwariskan para leluhur.

“Tanpa warisan leluhur Bali, kita tidak akan bisa eksis menjadi pulau yang terkenal di dunia. Berkat leluhur kita, Bali menjadi pulau yang dikenal dunia,” tegasnya yang disambut tepuk tangan ribuan penonton.

Dalam pidatonya, Koster juga menyampaikan pesan reflektif mengenai kehidupan. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengisi hidup dengan karya dan prestasi terbaik sebelum akhirnya menjadi bagian dari sejarah.

“Karena hidup hanya sekali, maka kita harus mengisi kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Berikan prestasi untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Harumkan nama Bali di Indonesia maupun di dunia,” pesannya.

Baca juga:  Gubernur Koster: Pungutan Wisatawan Asing untuk Pelindungan Kebudayaan dan Alam Bali

Ia berharap generasi muda terus menjaga semangat kebersamaan serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya Bali sebagai fondasi membangun masa depan.

“Semoga kita semua mampu menjalankan itu dengan semangat kebersamaan dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya yang kita miliki di Provinsi Bali,” ujar Koster.

Konser Tumpek Krulut semakin semarak dengan penampilan sejumlah musisi ternama Bali. Bagus Wirata, Lolot Band, Joni Agung, Leeyonk Sinatra, Yong Sagita, Bintang Band, Bayu KW, Lebri Partami, Putri Bulan, hingga Agus Veron bergantian menghibur ribuan penonton. Selain penampilan individu, konser juga menghadirkan berbagai kolaborasi antarmusisi yang mengangkat tema tresna asih atau kasih sayang sebagai roh utama perayaan. (kmb/balipost)

BAGIKAN