gudang
Ilustrasi. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Belum tersedianya pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kecamatan Kintamani kerap menyebabkan keterlambatan penanganan bencana di wilayah tersebut. Petugas sering kali tiba di lokasi saat api sudah dipadamkan warga atau bangunan telah ludes terbakar.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Bangli, Cokorda Lanang Mahendra, mengakui kendala utama penanganan kebakaran di Kintamani adalah jarak tempuh yang jauh dari pos Damkar di Bangli.

Baca juga:  Hujan Berpotensi Landa 8 Kabupaten, Cek Prakiraan Cuaca Bali 8 Maret 2026

“Bisa menjangkau, tapi waktunya sulit. Kalau sesuai SOP, kami harus on ready di TKP 15 menit setelah menerima panggilan,” ujar Lanang belum lama ini.

Ia mencontohkan, untuk menjangkau wilayah Kintamani bagian barat, armada damkar butuh waktu tempuh sekitar satu jam. Durasi tersebut jauh melebihi Standar Operasional Prosedur (SOP) nasional penanganan kebakaran.

Oleh karena itu keberadaan pos Damkar di Kintamani dinilai perlu. Berdasarkan standar kementerian, idealnya setiap kecamatan memiliki satu pos pemadam.

Baca juga:  Bantuan Warga Terdampak Banjir Cair, Besaran Jumlah Tergantung Hasil Verifikasi

Namun, saat ini Kabupaten Bangli baru memiliki satu pos terpusat di Kantor BPBD Bangli, yang berlokasi di Kelurahan Kubu, Bangli.

Sementara itu untuk melayani laporan kebakaran di seluruh kecamatan, BPBD Damkar Bangli hanya mengoperasikan 3 unit mobil pemadam kebakaran dan 1 unit mobil tangki penyuplai air. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN