
DENPASAR, BALIPOST.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang menyusun pola perjalanan wisata 4B atau Banyuwangi, Bali Utara, Bali Barat, dan Bali Timur.
“Untuk program 4B, saat ini kami tengah memperbaharui pola perjalanannya agar penyebaran wisatawan lebih bisa didorong,” ucap Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Ia dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Denpasar, Senin (20/7), mengatakan pola perjalanan wisata ini penting untuk pemerataan wisatawan yang selama ini bertumpu di perkotaan Bali.
“Kondisi kepadatan karena 70 persen wisatawan saat ini berpusat di Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan), kita membutuhkan penyebaran daya tarik wisata agar wisatawan turut menyebar,” ujarnya dilansir dari Kantor Berita Antara.
Sebelumnya, Kemenpar fokus pada 3B, namun dalam pola terbaru nanti akan masuk daerah Karangasem yang terletak di Bali Timur.
Pola perjalanan tersebut adalah pemetaan rute wisata secara berkelanjutan dimulai dari titik masuk wisatawan.
“Mereka diarahkan ke daya tarik wisata mana saja, menginap di mana saja, dan kegiatannya. Jadi dalam 4B, misalnya dari Banyuwangi, menyeberang ke Gilimanuk, mengarah ke Kerthi Bali Semesta Park di Jembrana, atau ke Bali Utara seperti Pemuteran dan Lovina dan kemudian desa wisata di utara ada Desa Les, dan menuju tempat menyelam Tulamben atau Amed di Bali Timur,” tutur Menpar.
Menpar Widiyanti memahami Pemprov Bali sudah bekerja keras melakukan diversifikasi daya tarik wisata dengan beberapa pembangunan.
Namun dalam rangka pembangunan Bali memang perlu terus dilakukan tindakan aktif seperti menggali daya tarik wisata baru.
Selain pola perjalanan wisata 4B, ia menyinggung potensi optimalisasi UNESCO Global Geopark Batur dan kawasan Kintamani menjadi daya tarik yang lebih kuat.
Namun di hadapan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menpar menyampaikan memang perlu infrastruktur pendukung yang lebih lengkap.
“Mohon dukungan untuk mencegah isu kepadatan, kami meyakini ini tetap ada tantangan besar, hingga kami memohon agar terus secara aktif melakukan optimalisasi pengaturan lalu lintas karena kondisi saat ini membutuhkan manajemen aktif termasuk dengan teknologi, juga perbaikan dan pelebaran jalan terus diakselerasi, dan transportasi umum dapat menjangkau 4B,” ujarnya.
Kemenpar sendiri memastikan terus melakukan kegiatan promosi, dengan terbaru ini pertemuan bisnis dan selanjutnya dilakukan kembali pada Agustus.
“Dan kami ingin mengangkat potensi desa wisata sebagai daya tarik wisata yang berkelanjutan, nanti mungkin dari tim bisa mendalami ini, di Bali ada 173 desa wisata, dan tiga di antaranya sudah menang UN Best Tourism Village,” kata Widiyanti. (kmb/balipost)










