Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pascakebakaran Gunung Bromo, kawasan itu kembali dibuka dan telah menerima wisatawan. Hal ini disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Minggu (23/8).

Dilansir dari Kantor Berita Antara, ia  mengajak seluruh pihak untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur pascakebakaran beberapa waktu lalu.

“Bromo sudah kembali menerima wisatawan, tetapi kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya. Menikmati Bromo berarti ikut menjaga Bromo. Jangan sampai kelalaian kita justru merusak alam yang menjadi alasan jutaan orang datang dan mengagumi kawasan ini,” kata Widiyanti.

Widiyanti menekankan dibukanya kembali Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bukan berarti kewaspadaan dapat dikurangi, terutama karena Indonesia masih menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diantisipasi.

Baca juga:  Pengerjaan Proyek Apron Ngurah Rai Perlu Dipercepat

Wisatawan diminta mematuhi seluruh ketentuan dan arahan petugas di lapangan, menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran seperti membuat perapian atau membuang puntung rokok dan benda lain yang dapat menjadi sumber api.

Ia juga menekankan bahwa Gunung Bromo bukan hanya salah satu ikon pariwisata Indonesia, tetapi juga bentang alam penting serta ruang hidup masyarakat Tengger yang nilai budaya dan lingkungannya harus terus dijaga.

“Pemulihan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan. Kita ingin aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat kembali bergerak, namun alamnya juga harus tetap terlindungi. Inilah semangat pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang terus kita dorong,” ujar Widiyanti.

Baca juga:  MBG Disalurkan ke Sekolah Rakyat

Dalam kesempatan itu, Widiyanti turut menyambut baik dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo. Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk kunjungan wisata sejak Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB, berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi kondisi kawasan pascakebakaran oleh Balai Besar TNBTS.

Kuota kunjungan ke kawasan Bromo tetap ditetapkan sebanyak 2.752 wisatawan per hari. Wisatawan juga diimbau melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi dan selalu memperhatikan informasi terbaru yang dikeluarkan Balai Besar TNBTS.

Baca juga:  Quicksilver Cruise

“Kami menyambut baik dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo. Ini menjadi kabar baik bagi wisatawan, sekaligus bagi masyarakat dan seluruh pelaku usaha pariwisata yang aktivitas ekonominya bergantung pada ekosistem pariwisata Bromo,” katanya.

Pembukaan tersebut berarti memulihkan aktivitas pariwisata dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Mulai dari pengemudi jip, pemandu wisata hingga UMKM sekitar.

Dia memastikan Kementerian Pariwisata terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pariwisata untuk mendukung pemulihan aktivitas kepariwisataan serta memastikan wisatawan mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi destinasi. (kmb/balipost)

BAGIKAN