Bupati Wayan Adi Arnawa meletakkan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan Jaringan Distribusi Pipa Bawah Laut di IPA Estuary, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Jalan Bypass Ngurah Rai, Suwung. Kamis (11/9/2025). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Krisis air bersih di Badung Selatan bakal segera teratasi. Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung bersiap memasuki tahapan penyambungan (connecting) jaringan pipa bawah laut sebagai bagian dari proyek strategis penguatan distribusi air bersih di wilayah Badung Selatan.

Tahapan ini menjadi penentu sebelum sistem baru resmi beroperasi dan menopang kebutuhan air masyarakat yang terus meningkat. Sebelum pekerjaan dilaksanakan, manajemen akan menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan seluruh aspek teknis sekaligus mengantisipasi potensi dampak terhadap pelayanan pelanggan.

Rapat ini akan melibatkan berbagai tim, mulai dari perencanaan, distribusi hingga pelayanan pelanggan guna memastikan setiap detail pekerjaan terkendali.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa, menegaskan pentingnya koordinasi lintas tim dalam tahapan ini.

Baca juga:  Polda Bali Gelar Vaksinasi Serentak di Kuta

“Tim perencanaan, tim distribusi, dan juga pelanggan akan dilibatkan. Kami akan membahas teknik pelaksanaan pekerjaan, dampak yang mungkin terjadi, risiko yang muncul, serta langkah-langkah untuk mengatasinya,” ujar Suyasa, Senin (20/7).

Ia menjelaskan, titik penyambungan jaringan berada di kawasan Tol Bali Mandara, tepatnya di sekitar wilayah Nusa Dua. Seluruh instalasi pipa bawah laut telah rampung dikerjakan, sehingga kini proyek memasuki tahap akhir berupa integrasi dengan sistem distribusi yang sudah ada. “Seluruh pipa di bawah laut sudah terpasang. Sekarang tinggal proses connecting karena seluruh infrastrukturnya sudah siap,” tegasnya.

Baca juga:  Cegah Kemacetan saat WWF ke-10, Wacana Belajar Daring di Kawasan Nusa Dua Tunggu Arahan Resmi

Suyasa memastikan progres proyek hingga saat ini berjalan sesuai rencana. Dengan kesiapan infrastruktur yang telah rampung, pihaknya optimistis proses penyambungan dapat dilakukan tanpa kendala berarti. Meski demikian, potensi gangguan distribusi air selama pekerjaan tetap menjadi perhatian utama.

Ia menambahkan, pihaknya akan menunggu hasil final rapat koordinasi sebelum mengumumkan secara resmi wilayah yang terdampak serta langkah mitigasi yang akan diterapkan. “Kami akan memberikan imbauan kepada pelanggan setelah seluruh hasil rapat final sehingga informasi yang disampaikan benar-benar lengkap dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Baca juga:  Maskapai China dari Guangzhou Mendarat Perdana di Bali

Perumda Tirta Mangutama juga berkomitmen menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat agar pelanggan dapat melakukan langkah antisipasi jika terjadi penghentian sementara aliran air. Dengan selesainya pemasangan jaringan pipa bawah laut dan segera dilaksanakannya proses penyambungan, proyek ini diharapkan dapat segera beroperasi dan meningkatkan keandalan pasokan air bersih.

“Dengan demikian, pasokan itu nantinya memperkuat distribusi air bersih bagi masyarakat Badung, khususnya di kawasan selatan yang selama ini menjadi salah satu wilayah dengan kebutuhan air bersih yang terus meningkat,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN