Forum Sekar Bali menggelar Rakerda di Denpasar, Sabtu (17/7). (BP/par)

DENPASAR, BALIPOST.com – Forum Semeton Karangasem (Sekar) menegaskan perannya sebagai kekuatan diaspora dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Kantor Dinas Perindustrian Provinsi Bali pada Sabtu (18/7). Jumlah warga Karangasem di Kota Denpasar dilihat dari keanggotaan Sekar mencapai sekitar 32 persen dari total penduduk.

Angka tersebut memperlihatkan warga Karangasem di perantauan bukan hanya komunitas, tetapi aset strategis pembangunan berbasis sumber daya manusia (SDM). Rakerda ini menyusun program kerja jangka pendek, menengah, hingga panjang sampai tahun 2029 dengan fokus utama pada penguatan pendidikan dan peningkatan kapasitas generasi muda.

Ketua Forum Sekar Bali, I Made Suniastha Amerta, menegaskan arah gerak organisasinya akan adaptif terhadap program pemerintah serta berorientasi pada dampak nyata.

Baca juga:  Siap Bantu Kabinet Jokowi

“Kami ingin menyentuh sebagai program prioritas yang bersentuhan dengan dunia pendidikan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kami ingin berbuat sesuatu agar potensi alam dan budaya yang ada bisa dikembangkan menjadi manfaat nyata secara ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar Suniastha.

Ia menekankan bahwa kekuatan jaringan warga Karangasem di Denpasar harus dimaksimalkan sebagai motor penggerak inovasi. Forum Sekar juga membuka keanggotaan secara luas bagi siapa saja yang memiliki ikatan emosional dengan Karangasem, sehingga potensi kolaborasi semakin besar.

Baca juga:  HUT Pomad, Kodam Gelar Latihan Safety Riding

Dalam implementasinya, Sekar akan menggandeng berbagai pihak, termasuk Puri Agung Karangasem, akademisi, dan praktisi untuk melakukan kajian strategis. Langkah ini dinilai penting agar setiap program tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi dampak berkelanjutan bagi kampung halaman maupun warga diaspora.

Dukungan turut datang dari Anggota DPD RI, IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang mengapresiasi konsistensi Sekar dalam menghimpun potensi warga perantauan. Ia mendorong agar organisasi mampu menangkap peluang program nasional yang relevan.
“Kalau masalah pendidikan spiritual dan keagamaan, Forum Sekar sudah selesai dan berjalan baik. Sekarang yang dibutuhkan adalah hal-hal yang bersifat profesi, pembangunan usaha, serta penguatan modal budaya,” kata Rai Mantra.

Baca juga:  Timnas Cricket Putri U-19 Lolos ke Piala Dunia

Ia juga menyoroti peluang besar sektor pariwisata Karangasem yang belum tergarap maksimal. Menurutnya, daerah tersebut perlu menentukan identitas atau niche market agar mampu bersaing di tingkat global.

“Kabupaten lain mungkin sudah banyak mengembangkan konsep wellness. Nah, Karangasem harus mencari topiknya sendiri, apakah fokus ke healing, tradisi aksara, atau yang lain. Ahli-ahli di Forum Sekar nanti yang akan mengolah ini. Mari kita mulai dari langkah kecil yang konkret untuk kemajuan Karangasem,” katanya.(Parwata/balipost)

BAGIKAN