
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengikis keterisolasian wilayah. Melalui prioritas pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat, Pemdes Taro kini tengah menggenjot proyek pembersihan tebing dan pelebaran badan jalan strategis menuju Banjar Alas Pujung.
Proyek yang telah lama dinantikan ini dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Pajak (BHP) dan Dana Bagi Hasil Retribusi (BHR) Kabupaten Gianyar dengan total anggaran mencapai Rp579.600.600. Hingga saat ini, progres pengerjaan di lapangan menunjukkan tren yang sangat positif.
Selain mengandalkan tenaga pelaksana profesional, proyek ini juga memantik aksi solidaritas tinggi dari warga setempat yang secara sukarela bergotong royong guna mempercepat penyelesaian fisik jalan.
Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, Jumat (17/7) mengungkapkan pembukaan dan pelebaran akses jalan ini merupakan impian yang dipendam warga Banjar Alas Pujung selama puluhan tahun akibat keterbatasan akses transportasi.
“Sebelumnya, apabila warga menggunakan kendaraan roda empat untuk menuju Banjar Alas Pujung, mereka terpaksa harus memutar cukup jauh melalui Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Jalur memutar antarkabupaten itu menjadi satu-satunya akses yang bisa dilalui mobil selama ini,” ungkap I Wayan Warka.
Bagi pengendara roda dua, Warka menambahkan, memang ada jalur potong yang lebih dekat. Namun, jalur tersebut berupa jalan setapak sempit di antara tebing yang sangat ekstrem dan rawan kecelakaan, terutama ketika musim hujan. “Jalur potong itu kondisinya sangat rawan. Karena itu, pelebaran jalan ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan mobilitas masyarakat,” tegasnya.
Proyek ini digarap secara menyeluruh untuk memastikan keamanan jangka panjang bagi para pengguna jalan. Adapun ruang lingkup pekerjaan meliputi pemangkasan semak belukar dan tumbuhan liar di sepanjang tebing. Pengangkatan material tanah serta batu yang rawan longsor. Perluasan badan jalan agar layak dan aman dilalui kendaraan roda empat secara berpapasan.
Wayan Warka optimistis infrastruktur baru ini akan menjadi motor penggerak ekonomi (investasi jangka panjang) bagi Desa Taro. Akses yang representatif diproyeksikan mampu memangkas biaya logistik hasil pertanian serta membuka peluang baru di sektor pariwisata.
“Harapan kami, setelah proyek pelebaran jalan ini rampung, aktivitas ekonomi menjadi lebih menggeliat, distribusi hasil tani lebih efisien, dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat bisa berjalan semakin cepat,” imbuhnya.
Perbekel Desa Taro mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi dan semangat kebersamaan warga Banjar Alas Pujung yang aktif turun ke lapangan membantu pekerja.
“Keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi kekuatan utama sehingga pekerjaan di lapangan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan,” tegas Warka.
Pemerintah Desa Taro menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dinikmati masyarakat, sekaligus menandai berakhirnya era isolasi transportasi di Banjar Alas Pujung demi pemerataan konektivitas yang berkelanjutan di Kabupaten Gianyar. (Wirnaya/balipost)










