Konsep penataan taman bunda paud di kawasan alit saputra salah satunya penyediaan lapak representatif bagi UMKM. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Upaya menghilangkan kesan semrawut di kawasan Lapangan Alit Saputra terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Salah satunya dengan menyiapkan ruang usaha yang lebih representatif bagi para pelaku UMKM melalui penataan lanjutan Taman Bunda PAUD. Sebanyak 80 lapak akan dibangun agar aktivitas perdagangan lebih tertata tanpa mengurangi fungsi kawasan sebagai ruang publik.

Penataan tersebut menjadi salah satu dari tujuh paket pekerjaan strategis pengadaan barang dan jasa Tahun Anggaran 2026 yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan. Tahap awal pelaksanaan ditandai dengan Reconstruction Meeting bersama Kejaksaan Negeri Tabanan, Rabu (15/7), terkait permohonan pendampingan hukum terhadap proyek tersebut.

Baca juga:  Tren Kenaikan Harga Komoditas DIpastikan Berlanjut

Seperti diketahui, saat ini hampir di pinggir lapangan Alit Saputra dipadati pedagang UMKM yang justru terlihat semrawut dan kumuh. Upaya penataan pun terus dilakukan agar kawasan tersebut bisa terlihat lebih representatif untuk berbagai kegiatan olahraga tanpa mengesampingkan perputaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Partana, mengatakan proyek penataan memiliki nilai kontrak Rp6.821 miliar dengan masa pelaksanaan selama 165 hari kalender, mulai 10 Juli hingga 21 Desember 2026.

Baca juga:  Rumah Dirusak, Lapor ke Polsek Kota Singaraja

Menurut Partana, penataan difokuskan untuk meningkatkan kualitas kawasan sekaligus menata aktivitas UMKM yang selama ini berkembang di sekitar Lapangan Alit Saputra. Keberadaan lapak yang lebih tertata diharapkan mampu menghilangkan kesan semrawut sehingga wajah kawasan menjadi lebih rapi dan nyaman.

Selain pembangunan 80 lapak UMKM, proyek juga mencakup pembangunan playground indoor yang aman bagi anak-anak, kolam dan penataan lanskap, kantor pengelola yang lebih representatif, serta peningkatan fasilitas panggung (stage) sebagai ruang kegiatan masyarakat. “Nantinya jika sudah rampung, para pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir lapangan digeser ke lokasi yang sudah disiapkan dan lebih representatif, jadi tidak terlihat semrawut lagi,”ucapnya.

Baca juga:  Triwulan I 2021 Ekonomi Bali Masih Tumbuh Negatif -9,85%

Partana menegaskan selama proses pembangunan tidak akan ada relokasi pedagang. Pelaksanaan pekerjaan akan diatur secara bertahap agar aktivitas UMKM tetap berjalan dan masyarakat tetap dapat memanfaatkan kawasan dengan aman.

Melalui penataan lanjutan Taman Bunda PAUD ini, Pemkab Tabanan berharap Lapangan Alit Saputra semakin tertata sebagai ruang publik yang nyaman, ramah anak, sekaligus menjadi pusat aktivitas ekonomi kerakyatan yang lebih representatif. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN