Pemerintah Desa Taro merampungkan pembangunan rabat beton Jalan Subak Abian Swanpadonjali di Banjar Taro Kaja. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, terus menunjukkan komitmen nyata dalam memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu program strategis yang kini berhasil dirampungkan adalah pembangunan rabat beton Jalan Subak Abian Swanpadonjali di Banjar Taro Kaja, yang telah mencapai progres fisik 100 persen dan siap dimanfaatkan penuh oleh warga.

Pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1.357 meter ini dibiayai secara terpadu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Taro Tahun Anggaran 2026 dengan total alokasi pagu dana sebesar Rp576.215.750,-. Adapun sumber pendanaan proyek vital tersebut berasal dari alokasi Dana Desa (DD) serta Bagi Hasil Pajak (BHP).

Rampungnya proyek ini menjadi bagian esensial dari strategi Pemerintah Desa Taro dalam memperkuat infrastruktur pendukung sektor agraria. Akses jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah dan menyulitkan mobilitas kini bertransformasi menjadi jalur transportasi yang lebih representatif, aman, dan nyaman dilalui sepanjang tahun oleh para petani Subak Abian Swanpadonjali.

Baca juga:  Dari Pelabuhan Sanur Picu Kemacetan Parah hingga Membeludak Kunjungan ke Broken Beach

Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, Rabu (15/7) menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian menjadi fokus utama karena memberikan dampak multiplikator (multiplier effect) bagi perekonomian warga desa yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

“Pembangunan rabat beton Jalan Subak Abian Swanpadonjali bukan sekadar membangun jalan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan sektor pertanian Desa Taro. Infrastruktur yang baik akan memperlancar aktivitas petani mulai dari membawa sarana produksi hingga mengangkut hasil panen. Kami berharap keberadaan jalan ini mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa,” ujar I Wayan Warka.

Baca juga:  Spesialis Jambret Turis Dituntut Setahun

Sebelum dilakukan intervensi fisik, kondisi jalan menuju kawasan Subak Abian Swanpadonjali cukup memprihatinkan. Saat musim hujan, jalanan berubah menjadi berlumpur dan licin, sehingga kendaraan roda dua maupun armada pengangkut hasil bumi kerap terjebak.

Kondisi buruk tersebut berkontribusi langsung pada pembengkakan biaya logistik operasional petani serta menghambat distribusi hasil panen ke pasar luar. Kini, dengan selesainya pengerasan rabat beton, distribusi bibit, pupuk, dan mobilisasi hasil bumi dapat berjalan jauh lebih cepat dan efisien.

I Wayan Warka menambahkan bahwa seluruh tahapan proyek ini lahir dari mekanisme perencanaan yang terbuka dan partisipatif melalui Musyawarah Desa (Musdes), yang kemudian dituangkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 dan ditetapkan secara sah dalam APBDes 2026. Dalam pelaksanaannya, akuntabilitas pengerjaan mengacu ketat pada regulasi perundang-undangan yang berlaku, antara lain Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024.

Baca juga:  Sukerti Minta Maaf, Ngaku Berbohong Terkait Penculikan Anak

Keberhasilan penyelesaian proyek hingga menyentuh angka 100 persen ini tidak lepas dari sinergi yang solid antara Pemerintah Desa Taro, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur pengawas, lembaga desa, serta tingginya semangat gotong royong warga Banjar Taro Kaja.

Pemerintah Desa Taro menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap lapisan masyarakat, khususnya para petani Subak Abian Swanpadonjali, atas dukungan dan kebersamaan selama proses konstruksi berlangsung. Ke depan, Pemdes Taro mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur jalan ini agar memiliki usia pakai yang panjang demi mewujudkan Desa Taro yang maju, mandiri, tangguh, dan sejahtera. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN