Kegiatan penanaman jagung manis di Subak Intaran Barat yang berlangsung pada Kamis (23/4).(BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemanfaatan lahan bera sebagai upaya mengembalikan kesuburan tanah di Subak Intaran Barat melalui penanam jagung manis. Dengan menyasar lahan seluas 1 hektare penanam jagung manis berlangsung pada Kamis (23/4). Pemilihan jagung manis pun memiliki nilai ekonomis bagi petani di tengah permintaan pasar yang cukup baik di Kota Denpasar.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, A.A. Gde Bayu Brahmasta, mengatakan optimalisasi lahan bera menjadi strategi penting dalam mengurangi lahan tidak produktif.

Menurutnya, lahan yang selama ini belum dimanfaatkan memiliki potensi besar jika dikelola secara tepat. “Melalui penanaman jagung manis ini, kami ingin mengoptimalkan fungsi lahan agar lebih produktif dan mampu memberikan nilai tambah bagi petani,” ujarnya.

Baca juga:  Naikkan Posisi Tawar, Subak Harus Diberikan Peran Strategis

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, IGAN Anggreni Suwari menambahkan, pihaknya turut memfasilitasi benih jagung manis varietas Golden Boy serta bantuan pestisida guna mendukung keberhasilan budidaya. Ia memaparkan, pada tahun 2025 realisasi luas tanam jagung manis di Kota Denpasar mencapai 458,04 hektare dengan produksi sebesar 3.929,88 ton dan produktivitas rata-rata 8,5 ton per hektare. Melihat capaian tersebut serta tingginya permintaan pasar, pihaknya optimistis pengembangan jagung manis masih sangat potensial untuk ditingkatkan pada tahun 2026, khususnya melalui pemanfaatan lahan bera.

Baca juga:  IMF-WB Annual Meeting, Sekolah di Badung Libur Sehari

Melalui kegiatan ini, pemanfaatan lahan bera di Subak Intaran Barat diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Denpasar. Selain meningkatkan produktivitas, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata.

Kegiatan penanaman jagung manis ini digagas Dinas Pertanian Kota Denpasar yang bersinergi dengan kepolisian, pemerintah desa, serta kelompok tani. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan lahan.

Baca juga:  Parah, Sedimentasi Saluran Irigasi di Desa Lokapaksa

Hadir dalam kegiatan tanam bersama tersebut Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H. Kepala Desa Sanur Kauh I Made Ada, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura I G.A.N. Anggreni Suwari, serta petani Subak Intaran Barat dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN