Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa atau yang akrab disapa Guru Pandu turun langsung ke lahan pertanian bersama para petani untuk melakukan penanaman jagung hibrida di Subak Balepunduk, Desa Tegallinggah, Kecamatan Karangasem, pada Kamis (4/6). (BP/Ist)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengembangan kawasan Jagung Hibrida di Subak Balepunduk, Desa Tegallinggah, Kecamatan Karangasem, yang ditandai dengan gerakan tanam jagung hibrida bersama, Kamis (4/6).

Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa atau yang akrab disapa Guru Pandu turun langsung ke lahan pertanian bersama para petani untuk melakukan penanaman jagung hibrida.

Ia didampingi Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Made Sugiartha beserta jajaran, Camat Karangasem, Perbekel Tegallinggah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah undangan lainnya.

Selain mengikuti aksi tanam bersama, Wabup Guru Pandu juga menyerahkan bantuan benih jagung secara simbolis kepada kelompok tani penerima manfaat program pengembangan kawasan jagung hibrida. Kehadiran orang nomor dua di Karangasem tersebut di tengah petani diharapkan mampu memberikan motivasi untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pangan daerah.

Baca juga:  Kapal Liputan XII Angkut 86 Penumpang dan Belasan Kendaraan Kandas

Guru Pandu mengatakan, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Karangasem. Karena itu, pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

“Sektor pertanian merupakan salah satu sektor utama yang mendongkrak perekonomian di Kabupaten Karangasem. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju Karangasem yang AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Gemah Ripah Loh Jinawi). Melalui penguatan ketahanan pangan, kita bersama-sama mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Menurut Guru Pandu, komoditas jagung memiliki peran strategis karena selain menjadi sumber pangan, juga menjadi bahan baku pakan ternak dan kebutuhan industri. Pengembangan jagung hibrida dinilai sebagai langkah tepat untuk meningkatkan hasil produksi di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.

Baca juga:  Ini, Janji Capres Prabowo Untuk Petani

“Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting pembangunan daerah. Melalui pengembangan jagung hibrida ini, kami berharap produktivitas pertanian meningkat sehingga mampu mendukung kesejahteraan petani dan kemandirian pangan daerah,” katanya.

Ia menambahkan, jagung merupakan komoditas pangan strategis kedua setelah padi. Selain dikonsumsi langsung, jagung juga memiliki peran penting sebagai bahan baku pakan ternak dan berbagai industri pengolahan. “Pemerintah Kabupaten Karangasem akan terus mendorong pengembangan budidaya jagung hibrida secara berkelanjutan. Kami berharap bantuan benih dan pupuk organik ini dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus mewujudkan pertanian yang tangguh dan mandiri,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Made Sugiartha menjelaskan Karangasem memiliki potensi pengembangan jagung yang cukup besar. Luas lahan yang dapat ditanami jagung mencapai 3.219,8 hektare dengan proyeksi luas panen 3.379,4 hektare per tahun dan rata-rata produksi sekitar 8.176 ton per tahun.

Baca juga:  Meski Lahan Beralih, Ratusan Lembaga Subak di Tabanan Tetap Eksis

Pada Tahun Anggaran 2026, pengembangan kawasan jagung hibrida di Subak Balepunduk mencakup areal seluas 25 hektare yang didanai melalui APBD Kabupaten Karangasem dengan alokasi anggaran sebesar Rp140.962.500. Melalui program tersebut, kelompok tani menerima bantuan benih jagung hibrida sebanyak 375 kilogram serta pupuk organik padat sebanyak 25 ton guna mendukung kesuburan lahan dan peningkatan hasil panen.

Pemkab Karangasem berharap pengembangan kawasan jagung hibrida dapat melahirkan sentra-sentra pertanian produktif yang mampu memperkuat ekonomi pedesaan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menekankan penguatan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. (Adv/balipost)

 

BAGIKAN