
DENPASAR, BALIPOST.com – DPRD Provinsi Bali menyoroti masih adanya ribuan calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.
Komisi IV DPRD Bali meminta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali segera menuntaskan proses distribusi siswa ke sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penerimaan agar pemerataan kualitas pendidikan dapat terwujud.
Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Suwirta, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari Disdikpora bahwa sejumlah sekolah masih memiliki kursi kosong. Namun, kondisi itu berbanding terbalik dengan sekolah-sekolah favorit yang kuotanya telah penuh sehingga tidak lagi dapat menerima tambahan siswa.
“Hari ini kami sudah melihat ada surat dari Dinas Pendidikan terkait penerimaan siswa. Memang masih ada kuota kosong di beberapa sekolah, tetapi siswa yang diterima belum tentu sesuai dengan keinginan mereka. Banyak yang ingin masuk ke sekolah tertentu yang sudah penuh,” ujar Suwirta saat diwawancara usai Rapat Paripurna ke-44 DPRD Provinsi Bali, di Gedung DPRD Bali, Selasa (14/7).
Menurutnya, fenomena tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun karena tingginya minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah tertentu. Akibatnya, masih terdapat calon peserta didik yang belum mendapatkan sekolah sesuai pilihan mereka meskipun kursi di sekolah lain masih tersedia.
Karena itu, Suwirta mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan calon peserta didik, untuk memahami kondisi tersebut dan mempertimbangkan sekolah lain yang masih memiliki daya tampung.
“Kami berharap orang tua maupun siswa bisa menerima kondisi ini sehingga tidak harus memaksakan diri masuk ke sekolah yang sudah penuh,” katanya.
Ia juga berharap Disdikpora Bali segera menuntaskan seluruh proses penempatan siswa, termasuk penyelesaian hasil seleksi jenjang SMK, sehingga tidak ada lagi peserta didik yang belum memperoleh sekolah.
“Kami berharap Dinas Pendidikan bisa menyelesaikan seluruh proses ini dengan tuntas sehingga tidak ada lagi anak-anak kita yang belum memperoleh sekolah,” tegasnya.
Suwirta mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima Komisi IV, saat ini masih terdapat sekitar 2.000-an calon peserta didik yang belum tertampung dan tengah didistribusikan ke sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota.
Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius karena menunjukkan masih adanya ketimpangan minat masyarakat terhadap sekolah negeri di Bali.
Komisi IV DPRD Bali pun berencana melakukan kunjungan kerja ke sekolah-sekolah yang selama ini minim peminat untuk mengidentifikasi penyebab rendahnya jumlah pendaftar.
“Bukan hanya sekolah yang penuh yang menjadi perhatian kami. Justru kami akan mengunjungi sekolah-sekolah yang kekurangan murid untuk melihat apa yang harus dibenahi,” ujarnya.
Evaluasi tersebut, lanjut Suwirta, akan mencakup kualitas tenaga pendidik, mutu layanan pendidikan, sarana prasarana hingga faktor-faktor lain yang memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Sebagai mitra kerja Disdikpora Bali, Komisi IV berkomitmen mengawal lahirnya kebijakan yang mampu menciptakan pemerataan mutu pendidikan sehingga penumpukan siswa di sekolah tertentu tidak terus berulang setiap tahun.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Provinsi Bali, I Komang Agus Kariasa, S.Pd., M.Pd., mengaku dari 2.566 peserta SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 jenjang SMA dan SMK di Bali belum lolos seleksi atau tercecer hingga kini baru terdistribusi sebanyak 700 orang. Sisanya masih masih dilakukan pendistribusian ke sekolah yang masih tersedia kuotanya.
Dikatakan, Disdikpora Provinsi Bali kini terus bergerak menghubungi para calon peserta didik agar dapat mengisi kursi kosong yang masih tersedia di sekolah negeri. Tim SPMB telah ditugaskan untuk melakukan pendataan sekaligus menghubungi satu per satu peserta yang belum tertampung. (Ketut Winata/balipost)










