Salah satu karya mahasiswa ditampilkan dalam festival seni desain GRAVITATION x OBSERIES 2026 di Bali Abode Gallery, UID Bali Campus, KEK Kura-kura Bali. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Isu-isu lingkungan dan budaya diterjemahkan mahasiswa Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali dalam karya instalasi visual 3 dimensi, dengan perpaduan material, teknologi, dan pendekatan visual yang interaktif. Karya itu mengajak masyarakat untuk melihat seni sebagai ruang bertanya, bereksperimen, sekaligus menemukan berbagai kemungkinan baru melalui kreativitas.

Sebanyak 17 karya instalasi milik mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual IDB Bali itu dipamerkan dalam festival seni desain GRAVITATION x OBSERIES 2026 di Bali Abode Gallery, UID Bali Campus, KEK Kura-kura Bali.

Festival yang berlangsung pada 10 hingga 12 Juli 2026 mulai pukul 09.00 WITA ini terbuka untuk masyarakat umum. Melalui pameran ini, publik diajak menyaksikan bagaimana ide-ide kreatif mahasiswa tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga ruang dialog yang memperlihatkan potensi besar generasi muda dalam membangun masa depan industri kreatif Bali.

Baca juga:  PVMBG Akui Letusan Freatik Gunung Agung Sebabkan Abu Berintensitas Tipis

Mengusung tema “KIJAAA?”, yang diambil dari ungkapan khas Bali “Kija Ne? Kija To? Kija Gen Dadi!”, pameran ini mengajak masyarakat menjadikan seni sebagai ruang bertanya.

Salah satu mahasiswa DKV IDB Bali, Kuinda, yang memamerkan instalasi berjudul “Ngeling/Ngeling,” mencoba memotret pesan pelestarian alam Bali lewat karyanya. Melalui instalasi tersebut, Kuinda ingin menunjukkan bahwa sebuah karya desain harus memiliki nilai dan pesan yang dapat mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kalau membuat karya tanpa makna, itu seperti cangkang yang kosong. Karena itu kami mengangkat isu budaya dan lingkungan yang sedang terjadi di sekitar kita,” katanya.

Baca juga:  Pansus TRAP Sidak, Warga Ungkap Dugaan Pembabatan Mangrove di KEK Kura-Kura Bali

Ia juga mengaku bangga dapat memamerkan karyanya di KEK Kura Kura Bali yang dinilai memiliki ruang pamer dan ekosistem kreatif yang mendukung perkembangan seniman muda.

Sementara itu, Wakil Rektor I IDB Bali, Ni Komang Prasiani, mengatakan kolaborasi ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas.

Menurutnya, pameran tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran yang secara rutin dilakukan kampus agar mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam bentuk karya nyata.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka untuk bereksperimen dan menampilkan hasil pembelajaran yang dapat dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat bertemunya kreativitas, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Baca juga:  Pansus TRAP Soroti Pembangunan Marina di Tahura Ngurah Rai

“Semangat dan antusiasme generasi muda terlihat jelas melalui pesan-pesan yang mereka hadirkan dalam setiap instalasi,” ujarnya.

Zefri berharap kesempatan ini bisa menjadi titik temu bagi lahirnya ide-ide kreatif yang mampu berkembang dan memberi inspirasi bagi masyarakat maupun industri kreatif.

Dukungan terhadap pengembangan talenta muda juga disampaikan Sekretaris Wilayah DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Bali, I Komang Manik Sumardika. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat regenerasi pelaku ekonomi kreatif di Bali.

Ia berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong menghasilkan karya inovatif sehingga sektor ekonomi kreatif dapat berkembang menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN