
DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus lakalantas meningkat di jalur maut, Jalan Denpasar-Gilimanuk wilayah Tabanan dan Jembrana. Tidak sedikit nyawa melayang di jalur tersebut. Hasil analisis dan evaluasi Ditlantas Polda Bali terhadap kejadian-kejadian kecelakaan, faktor penyebabnya masih didominasi human error atau kelalaian pengemudi.
Menyikapi meningkatnya perhatian masyarakat terhadap sejumlah kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal di Jalan Denpasar-Gilimanuk tersebut, Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol. Turmudi, didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas AKBP Rina Isriana Dewi, Jumat (11/7) menekankan keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama.
Kelalaian pengemudi saat berkendara tersebut seperti kurang konsentrasi, mengantuk, kecepatan yang tidak sesuai kondisi jalan, mendahului tidak pada tempatnya, serta rendahnya disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas. Selain itu, faktor kondisi kendaraan, khususnya kendaraan angkutan barang yang tidak laik jalan, serta karakteristik ruas Jalan Denpasar–Gilimanuk yang merupakan jalur utama dengan volume kendaraan tinggi dan banyak titik rawan kecelakaan, turut menjadi faktor yang mempengaruhi.
“Sebagai langkah antisipasi, kami dari Ditlantas Polda Bali bersama Satlantas Polres jajaran terus mengintensifkan upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum,” ujarnya.
Upaya tersebut antara lain meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, pengaturan lalu lintas di titik blackspot dan blacklink, pemasangan serta evaluasi rambu-rambu dan marka jalan, edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat dan komunitas pengemudi, pemeriksaan kelaikan kendaraan bersama instansi terkait. Termasuk penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Di samping itu, Ditlantas Polda Bali terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dishub, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), BPTD dan instansi terkait lainnya untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi infrastruktur jalan, penerangan jalan umum, serta rekayasa lalu lintas pada lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Pihaknya mengimbau seluruh pengguna jalan agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Patuhi batas kecepatan, pastikan kondisi fisik pengemudi dan kendaraan dalam keadaan baik, hindari mengemudi saat lelah atau mengantuk, serta selalu mengutamakan etika berlalu lintas. “Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Bali,” tutup Kombes Turmudi. (Kerta Negara/balipost)









