Pemkab Badung memonitor proyek pengendalian banjir berupa drainase Basangkasa–Dewi Sri dan Long Storage Tukad Mati untuk memastikan progres tepat waktu. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Upaya serius Pemerintah Kabupaten Badung dalam menanggulangi banjir terus dipercepat. Melalui Tim Pengendalian Pelaksana Pembangunan, Pemkab Badung turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi terhadap dua proyek strategis pengendalian banjir, yakni pembangunan drainase dari kawasan Jalan Basangkasa hingga Jalan Dewi Sri serta pembangunan Long Storage di alur Tukad Mati.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala teknis di lapangan agar dapat segera ditangani. Dengan pengawasan yang intensif, pemerintah ingin memastikan proyek berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kabag Administrasi Pembangunan Setda Badung, I Putu Eka Parmana, menegaskan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengawal proyek strategis daerah agar progresnya terus meningkat.

Baca juga:  Target Rampung 21 November, Realisasi Proyek Jembatan Tukad Mendaum Baru Capai 64 Persen

“Kami bersama Tim Pengendalian Pelaksana Pembangunan melakukan pemantauan terhadap dua lokasi pembangunan di wilayah Kabupaten Badung. Lokasi pertama adalah pembangunan drainase pengendali banjir yang membentang dari Jalan Basangkasa hingga Jalan Dewi Sri,” ujar Eka Parmana saat dikonfirmasi, Kamis (9/7).

Menurutnya, dari hasil pemantauan dan komunikasi dengan pelaksana kegiatan, progres pekerjaan menunjukkan perkembangan yang sangat baik. “Kami berharap pekerjaan ini terus dipercepat sehingga progresnya semakin meningkat dan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya.

Baca juga:  Penataan Bantaran Tukad Badung Tergerus Luapan Air

Selain proyek drainase, tim juga meninjau pembangunan Long Storage di alur Tukad Mati yang menjadi bagian penting dari sistem pengendalian banjir terintegrasi. Infrastruktur ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas tampung air sekaligus mengatur aliran agar tidak meluap ke kawasan permukiman.

“Di lokasi ini juga dibangun jembatan dan pompa yang nantinya akan berfungsi mengalirkan air dari Tukad Mati untuk kemudian dipompa dan dibuang ke laut. Seluruh rangkaian pembangunan ini merupakan satu kesatuan sistem dalam mendukung pengendalian banjir di kawasan tersebut,” jelasnya.

Pemkab Badung menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan setiap hambatan di lapangan dapat segera diselesaikan. Monitoring berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar proyek berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

Baca juga:  Distan Gencarkan Vaksinasi PMK di Banjar Tangkup dan Banjar Mumbi

“Dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin bersama tim, kami berharap setiap hambatan di lapangan dapat segera dicarikan solusi sehingga progres pembangunan terus meningkat dan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah direncanakan,” pungkasnya.

Dengan percepatan dua proyek ini, Pemkab Badung optimistis sistem pengendalian banjir di kawasan padat aktivitas tersebut akan semakin optimal, sehingga mampu mengurangi risiko genangan dan meningkatkan kenyamanan masyarakat. (Parwata/balipost)

 

BAGIKAN