
BANGLI, BALIPOST.com – Ketiadaan kendaraan operasional khusus penyelamatan membuat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangli terus mengandalkan armada mobil pemadam api berukuran besar untuk menindaklanjuti segala laporan warga. Termasuk di antaranya laporan evakuasi satwa liar dan serangga berbahaya seperti ular, sarang tawon, hingga tokek.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Bangli, Cokorda Lanang Mahendra Rabu (8/7), mengungkapkan bahwa permintaan evakuasi satwa liar hampir datang setiap hari, dengan intensitas satu hingga dua laporan per hari. Karena belum adanya mobil khusus, truk pemadam kebakaran ukuran besar terpaksa diterjunkan ke lapangan.
Penggunaan armada mobil pemadam kebakaran untuk penanganan satwa dinilai kurang efektif sebab banyak lokasi evakuasi berada di jalan sempit yang tidak dapat dilalui kendaraan berukuran besar. Kondisi itu kerap mengharuskan petugas berjalan kaki menuju lokasi sambil membawa perlengkapan evakuasi. “Selama ini, petugas mengandalkan mobil damkar atau meminjam kendaraan operasional BPBD untuk menuju lokasi,” ujarnya.
Guna mengatasi hambatan tersebut, Bidang Damkar Bangli berencana mengajukan pengadaan kendaraan operasional baru jenis single cabin. Kendaraan tersebut dinilai lebih lincah untuk menjangkau lokasi-lokasi sempit secara cepat. Namun demikian, realisasi pengadaan mobil tersebut masih harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Mudah-mudahan nanti pimpinan walaupun tidak bisa terpenuhi, bisa diberikan kendaraan operasional lain. Karena saat evakuasi, barang bawaan petugas lumayan banyak,” ujarnya. (Dayu Swasrina/balipost)










