Kadisdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menegaskan tidak ada lagi istilah sekolah unggulan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Kebijakan pemerataan layanan pendidikan yang diterapkan pemerintah mulai menunjukkan hasil, ditandai dengan meningkatnya jumlah pendaftar di sejumlah sekolah yang selama ini dikenal minim peminat.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, Kamis (25/6), mengatakan, seluruh satuan pendidikan mendapatkan pelayanan dan perhatian yang sama dari pemerintah. Menurutnya, anggapan mengenai sekolah favorit atau sekolah unggulan yang masih berkembang di masyarakat lebih disebabkan oleh tingginya minat pendaftar pada sekolah tertentu, bukan karena adanya perlakuan khusus dari pemerintah.

“Kalau sekolah unggulan itu sudah tidak ada. Jadi, semua sekolah sama memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  5 Berita Koran Bali Post Terbit Hari Ini, Selasa 2 September 2025

Ia mengakui hingga saat ini masih banyak orang tua yang berupaya mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dianggap favorit. Namun, proses penerimaan peserta didik tetap mengacu pada kuota dan jalur yang telah ditetapkan dalam SPMB.

Menurut Surya Bharata, pemerintah tidak pernah mengklasifikasikan sekolah berdasarkan status unggulan maupun nonunggulan. Seluruh sekolah diberikan kesempatan dan layanan yang sama dalam menyelenggarakan pendidikan.

“Kalau itu persepsi masyarakat. Dari pemerintah tidak ada istilah sekolah unggulan. Semua sekolah diberikan layanan yang sama. Kemudian, masyarakat yang melakukan penilaian seperti itu dan mencoba mendapatkan sekolah sesuai dengan minat yang mereka harapkan. Tapi kita dibatasi oleh kuota,” katanya.

Disdikpora Buleleng juga telah melakukan inventarisasi terhadap sekolah-sekolah yang selama ini mengalami kekurangan peserta didik baru. Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan jumlah pendaftar di beberapa sekolah yang sebelumnya kurang diminati masyarakat.

Baca juga:  Promo Kejutan Awal Tahun, Kredit Motor Honda Dengan DP Ringan

Salah satunya terjadi di SD Negeri 3 Banjar Tegal. Dua tahun lalu sekolah tersebut hanya menerima siswa baru kurang dari 10 orang. Namun pada pelaksanaan SPMB tahun ini jumlah pendaftar telah mencapai 23 siswa. Kondisi serupa juga terjadi di SD Negeri Kendran yang sebelumnya mengalami keterbatasan jumlah peserta didik baru. Tahun ini sekolah tersebut mulai memperoleh tambahan siswa.

Untuk mendukung pemerataan jumlah peserta didik, Disdikpora Buleleng telah menyiapkan mekanisme penyaluran bagi calon siswa yang tidak diterima di sekolah tujuan. Siswa yang tidak lolos seleksi akan diarahkan ke sekolah lain yang masih memiliki sisa kuota. “Nanti bagi masyarakat yang sudah mendaftar tetapi tidak diterima di sekolah tempat mereka mendaftar, akan disalurkan ke sekolah yang masih ada kuota sisa,” jelasnya.

Baca juga:  Seratusan Siswa DO Dijatah Beasiswa

Sementara itu, pelaksanaan SPMB 2026 di Kabupaten Buleleng secara umum berjalan lancar. Meski demikian, proses verifikasi faktual data calon peserta didik yang dilakukan masing-masing sekolah menyebabkan pengumuman hasil seleksi mengalami sedikit keterlambatan.

Saat ini pengumuman jalur prestasi untuk jenjang SMP telah dilaksanakan. Sedangkan pengumuman jalur domisili, afirmasi, dan mutasi dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.

Disdikpora berharap masyarakat dapat memanfaatkan sekolah yang berada dekat dengan tempat tinggal masing-masing sehingga pemerataan akses pendidikan dapat berjalan lebih optimal. “Kami berharap masyarakat bisa mendaftar dan diterima di sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya,” tandas Surya Bharata. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN