Disbud Kabupaten Gianyar menggencarkan pelatihan seni makendang tunggal yang digelar di Balai Budaya Gianyar, Kamis (25/6). (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Gianyar terus menggencarkan pembinaan seni tradisi bagi generasi muda. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan seni makendang tunggal yang digelar di Balai Budaya Gianyar, selama dua hari, Rabu (24/6) dan Kamis (25/6).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 100 peserta dari kalangan siswa SD, SMP, SMA/SMK, Sekolah Luar Biasa (SLB), serta perwakilan sekaa dan sanggar seni se-Kabupaten Gianyar ini, menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan generasi seniman, sekaligus mengisi masa liburan sekolah dengan aktivitas yang positif.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, menegaskan bahwa program pembinaan ini dirancang secara rutin dan berkelanjutan, bukan sekadar agenda sekali jalan. Pelatihan makendang dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Juni hingga Juli 2026, yang kemudian akan disambung dengan pembinaan seni magender pada bulan Agustus mendatang, di samping program pembinaan seni rupa serta cabang seni lainnya.

Baca juga:  Bupati Tamba Dorong Petani Kembangkan Pisang Cavendish

“Tujuannya memotivasi generasi muda Gianyar agar tetap mencintai dan melestarikan budaya, baik seni tabuh, tari, maupun seni rupa. Kami ingin mengisi waktu liburan sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat sehingga anak-anak tetap belajar dan tidak terlalu terpengaruh penggunaan gadget,” ujar Adi Parbawa.

Lebih lanjut, Adi Parbawa menjelaskan bahwa pembinaan seni yang berkesinambungan merupakan pilar utama dalam mewujudkan visi Gianyar sebagai Kabupaten Budaya. Ke depan, Disbud Gianyar bahkan telah merancang agenda besar untuk menggelar pentas kolosal makendang massal pada momen-momen strategis, seperti Pekan Budaya Gianyar. Oleh karena itu, pelatihan saat ini difokuskan pada penguatan pola-pola dasar permainan kendang sebagai fondasi utama para peserta sebelum tampil dalam pertunjukan skala besar.

Baca juga:  Berlanjut, Penggalian Situs Gelang Agung

Disbud Gianyar tidak main-main dalam menghadirkan mentor. Sejumlah seniman dan praktisi seni tabuh Bali terkemuka diterjunkan langsung untuk membimbing para peserta, di antaranya I Wayan Sudiarsa (Pacet): Maestro karawitan asal Peliatan, Ubud, yang merupakan motor penggerak Gamelan Suling Gita Semara Peliatan serta penerima berbagai penghargaan pelestarian seni.
I Dewa Putu Berata, komposer, pendidik, dan inovator seni gamelan asal Pengosekan, Ubud, sekaligus pendiri kelompok gamelan Çudamani yang telah berulang kali membawa seni Bali ke panggung internasional. Praptika Kamaliajaya (Komang Rapika), seniman tabuh yang secara khusus memberikan penguatan teknik dasar dan pembentukan karakter dalam memainkan instrumen kendang. Kombinasi para pelatih berpengalaman ini diharapkan mampu memperkaya wawasan serta teknik bermain kendang para peserta dari berbagai latar belakang usia dan sekolah.

Baca juga:  Barito Putera Dilatih Stefano "Teco" Cugurra di Liga 2

Melalui ruang belajar yang konsisten ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar optimistis akan lahir generasi penerus yang tidak sekadar mahir secara teknis, tetapi juga menghayati nilai-nilai filosofis budaya Bali. “Kalau anak-anak terus diberikan ruang belajar dan berkreasi, budaya Bali akan tetap hidup dan berkembang. Regenerasi harus berjalan terus agar Gianyar tetap menjadi barometer seni dan budaya Bali,” pungkas Adi Parbawa. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN