Kondisi proses belajar mengajar di SMPN 5 Pupuan.(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi tantangan tersendiri bagi SMPN 5 Pupuan. Hingga hari kedua pendaftaran, Selasa (23/6), sekolah yang berada di Banjar Anggasari, Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan itu masih minim pendaftar.
Kondisi tersebut dikarenakan berkurangnya jumlah lulusan sekolah dasar di wilayah penyangga. Padahal, SMPN 5 Pupuan tahun ini menargetkan pembukaan dua rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas masing-masing 32 siswa.

Kepala SMPN 5 Pupuan, I Putu Suarta, mengakui hingga saat ini belum ada peningkatan jumlah pendaftar. Kendati demikian, pihak sekolah tetap membuka layanan informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui mekanisme pendaftaran. “Setiap hari kami tetap siaga di sekolah. Memang sampai hari kedua belum ada pendaftar, tetapi kami tetap optimistis,” ujarnya.

Baca juga:  Kunjungi PKB 2025, Wapres Gibran akan Tinjau UMKM

Menurutnya, sepinya pendaftar dipengaruhi masih berlangsungnya pendaftaran jalur non-domisili. Ia memperkirakan pendaftaran akan mulai bergerak saat jalur domisili dibuka kembali pada 29 Juni hingga 2 Juli mendatang. Suarta mengungkapkan, tren penurunan jumlah siswa baru telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun ajaran sebelumnya, sekolah hanya menerima 15 siswa baru, sedangkan dua tahun sebelumnya sebanyak 21 siswa. “Dulu satu rombel bisa terisi sekitar 20 siswa, sekarang terus menurun. Tahun lalu hanya 15 siswa,” katanya.

Baca juga:  PABBSI Bali Loloskan Tiga Atlet PON

Saat ini, jumlah siswa di SMPN 5 Pupuan secara keseluruhan hanya sekitar 50 orang. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus bekerja lebih keras untuk menarik minat lulusan SD di sekitarnya.

Sekolah pun berharap dukungan dari SD penyangga, yakni SDN 1 Munduk Temu, SDN 2 Munduk Temu, dan SDN 3 Munduk Temu, agar dapat menyalurkan lulusan mereka ke SMPN 5 Pupuan. Pihak sekolah menargetkan sedikitnya 32 siswa baru agar proses pembelajaran dan pembentukan dua rombel dapat berjalan optimal.

Baca juga:  Aktivitas Gunung Agung Belum Stabil

Namun, minimnya jumlah lulusan SD di wilayah sekitar masih menjadi tantangan utama yang dihadapi sekolah tersebut. “Kami berharap jumlah siswa yang mendaftar bisa sesuai harapan ketika jalur domisili dibuka,” pungkasnya.(Puspawati/balipost)

BAGIKAN