Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat melaporkan realisasi APBD 2025 pada Sidang Paripurna DPRD, Senin (22/6). (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar, Senin (22/6), Wakil Wali (Wawali) Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa melaporkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp644,73 miliar pada Anggaran Pendalatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Tingginya angka SiLPA ini salah satunya dipengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar yang melampaui target.

Wawali Arya Wibawa mengatakan, PAD 2025 ditargetkan mencapai Rp2,01 triliun. Namun realisasinya mencapai Rp2,22 triliun atau 109,97 persen. Sektor Pajak Daerah menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi mencapai Rp1,87 triliun atau 109,62 persen dari target.

Disusul oleh sektor Retribusi Daerah yang menyentuh angka Rp194,12 miliar, atau melesat 113,63 persen dari target awal. Lonjakan signifikan juga terjadi pada sektor Lain-lain PAD yang Sah dengan capaian 136,02 persen atau sebesar Rp51,26 miliar. Secara akumulatif, total pendapatan daerah Kota Denpasar tahun 2025 terealisasi sebesar Rp3,56 triliun, melampaui target awal yang dipatok sebesar Rp3,38 triliun.

Baca juga:  Disperindag Optimis Capai Target PAD

Sementara itu, dari total alokasi Anggaran Belanja Daerah yang dianggarkan sebesar Rp4,08 triliun, Pemkot Denpasar merealisasikan pengeluaran sebesar Rp3,61 triliun. Artinya, persentase penyerapan belanja daerah berada di angka 88,48 persen.

Beberapa komponen belanja yang tidak terserap sepenuhnya antara lain belanja operasi terealisasi Rp2,41 triliun dari anggaran Rp2,66 triliun (90,67 persen).

Belanja Operasi mencakup belanja pegawai, anggaran sebesar Rp1,29 triliun lebih terserap sebesar Rp1,22 triliun lebih, belanja barang dan jasa dengan alokasi Rp1,10 triliun lebih yang direalisasikan Rp930,63 miliar lebih, belanja subsidi dialokasikan sebesar Rp46,80 juta namun tidak direalisasikan, belanja Hibah di alokasikan sebesar Rp262,08 milar lebih dengan realisasi sebesar Rp255,15 miliar lebih dan untuk belanja bantuan sosial dialokasikan sebesar Rp7,76 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp7,43 miliar lebih.

Baca juga:  Retribusi Parkir Gianyar Ditarget Rp 3,9 Miliar

Kemudian belanja modal terealisasi Rp774,88 miliar dari anggaran Rp989,28 miliar. Belanja tidak terduga hanya terserap Rp6,87 miliar dari alokasi Rp14,68 miliar. Belanja transfer terealisasi 99,96 persen yang terdiri dari realisasi Belanja bagi hasil sebesar Rp217,81 miliar lebih dan realisasi belanja bantuan keuangan sebesar Rp200,95 miliar lebih.

Sementara itu, untuk komponen pembiayaan, penerimaan pembiayaan yang merupakan SiLPA tahun sebelumnya tercatat sebesar Rp757,55 miliar. Setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal/investasi sebesar Rp58,50 miliar, posisi saldo akhir LPSAL (Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih) berbanding lurus dengan angka SiLPA berjalan, yakni Rp644,73 miliar.

Sementara itu, Laporan Arus Kas (LAK) mengidentifikasi arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp719,64 miliar lebih, arus kas bersih dari aktivitas investasi sebesar minus Rp832,46 miliar lebih, arus kas bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp0,00.

Baca juga:  DPRD Pertanyakan Perda Parkir Berlangganan Belum Diterapkan

Meski menyisakan anggaran yang cukup besar, laporan keuangan Pemkot Denpasar tahun 2025 ini telah melewati audit BPK RI Perwakilan Provinsi Bali dan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Arya Wibawa berharap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 ini dapat berjalan lancar.

Terkait SiLPA tersebut, Arya Wibawa menjelaskan bahwa tingginya angka SiLPA tersebut dipicu oleh dua faktor utama, yaitu efisiensi dari pos belanja daerah serta adanya kenaikan dari sisi pendapatan daerah yang berhasil melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Meskipun angkanya terbilang besar, dana SiLPA tersebut sejatinya telah terdistribusi dan dialokasikan ke dalam pos-pos belanja pada tahun berikutnya. Sebagai gambaran, pada tahun 2025 saja, total anggaran belanja Pemerintah Kota Denpasar hampir mencapai angka Rp4 triliun lebih,” ujarnya. (Widiastuti/bisnisbali)

 

BAGIKAN