
DENPASAR, BALIPOST.com – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tahura telah meningkatkan kemampuan operasional. Terutama untuk TPST Tahura I yang saat ini sudah memberlakukan 3 shift dalam sehari. Demikian jumlah sampah yang telah mampu terolah mencapai 150 ton per hari.
Kepala Dinas LHK Kota Denpasar, I.B. Putra Wirabawa didampingi Sekretaris DLHK I Wayan Tagel Sidarta saat diwawancarai, Sabtu (20/6) mengatakan, pengolahan sampah digelar dalam tiga sif dari pukul 05.00 hingga 23.00 WITA.
Dengan itu kapasitas pengolahan sampah jadi meningkat yang kini mencapai 150 ton per hari. “Kalau kita bagi waktunya, dalam satu jam, saat ini telah mampu diolah sampah 6 hingga 7 ton di TPST tersebut,” katanya.
TPST Tahura I sebelumnya ditargetkan akan mampu mengolah 200 ton sampah per hari dengan terpasangnya 2 unit mesin berkapasitas 100 ton. Demikian untuk Tahura II saat ini juga tengah dilakukan pemasangan mesin berkapasitas 100 ton.
Sekretaris DLHK I Wayan Tagel Sidarta menambahkan, ada kendala teknis yang dihadapi dalam pemasangan mesin di TPST Tahura. Yakni pada kepadatan tanah yang ternyata dari tumpukan sampah.
Hal tersebut dikahwatirkan akan mengganggu kinerja mesin dengan beban yang cukup berat. Untuk itu saat ini masih dilakukan upaya untuk memadatkan struktur tanah. “Tapi rekanan tetap kita dorong agar pemasangan mesin bisa lebih cepat,” jelasnya.
Demikian untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar melakukan pemilahan sampah di sumber. Karena sampah akan lebih mudah diolah saat sudah terpilah.
Sementara itu, disinggung terkait pengoperasian TPST Kesiman Kertalangu, pihaknya mengaku masih menunggu evaluasi TPST Tahura. Terlebih sesuai pengalaman sebelumnya, TPST Kesiman Kertalangu perlu penanganan khusus karena berdekatan dengan permukiman warga. (Widiastuti/balipost)









