
DENPASAR, BALIPOST.com – Kodam IX/Udayana membantah tudingan adanya intimidasi terhadap warga, penggusuran paksa, hingga perusakan fasilitas sekolah yang melibatkan anggota TNI AD dalam polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Neowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution di Denpasar, Rabu (10/6), menjelaskan informasi yang menyebut adanya tindakan kekerasan maupun intimidasi oleh personel TNI tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Tidak terdapat tindakan intimidasi, kekerasan fisik, maupun upaya penggusuran paksa oleh personel TNI terhadap masyarakat maupun fasilitas pendidikan di lokasi kejadian,” katanya.
Menurut Amrizal, peristiwa yang viral tersebut berawal dari kendala teknis saat mobilisasi alat berat berupa ekskavator menuju lokasi pembangunan KDMP yang berada di lahan hibah masyarakat di belakang SDN Neowula.
“Akses jalan desa yang sempit serta adanya struktur penyangga atap sekolah yang berada pada jalur manuver alat berat menyebabkan dilakukan penyesuaian teknis di lapangan,” katanya.
Penyesuaian tersebut dilakukan dengan memotong sebagian tiang penyangga yang berada di area akses jalan.
Langkah itu telah dikoordinasikan sebelumnya dengan Kepala Desa Neowula dan Komite Sekolah agar alat berat dapat melintas tanpa merusak bangunan utama sekolah.
Keterangan serupa juga disampaikan Kepala Desa Neowula, Vinsensius Papa.
Ia menjelaskan akses yang digunakan merupakan jalan desa yang berimpitan dengan bangunan sekolah sehingga diperlukan penyesuaian teknis yang nantinya akan diperbaiki kembali.
Mengenai keberadaan Babinsa di lokasi, Amrizal menegaskan Sertu Hermin hadir atas permintaan kepala desa untuk membantu pengamanan sekaligus memediasi warga guna mencegah ketegangan dan menjaga situasi tetap kondusif.
Kodam IX/Udayana juga membantah narasi yang berkembang di media sosial mengenai adanya penggusuran paksa maupun tindakan kekerasan terhadap masyarakat.
Sebagai langkah penanganan, seluruh aktivitas pembangunan KDMP di lokasi tersebut untuk sementara dihentikan guna memberi ruang bagi proses mediasi antara pihak-pihak terkait.
Selain itu, tiang yang sebelumnya mengalami penyesuaian teknis telah diperbaiki kembali, area galian dirapikan, dan alat berat telah dikeluarkan dari lokasi guna menghindari kesalahpahaman lanjutan.
Saat ini Kodim 1602/Ende terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, pihak kecamatan, serta Dinas Pendidikan setempat untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.
Kodam IX/Udayana juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan musyawarah dalam menyikapi setiap dinamika pembangunan di daerah.
“Kami berkomitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah serta memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Amrizal. (kmb/balipost)










