Karya patung I Ketut Putrayasa yang dipajang Bahçeşehir University (BAU), Turki. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Berawal dari unggahan patung “Anak Elang” di medsos, karya seniman Bali, I Ketut Putrayasa kini mendunia. Ia dipercaya untuk membuat ikon kampus Bahçeşehir University (BAU), sebuah universitas swasta terkemuka di Turki yang berpusat di distrik Beşiktaş, Istanbul.

Menurut penuturan Putrayasa, patung “Anak Elang” tersebut sebelumnya terpajang di dealer resmi Harley-Davidson Jakarta dan beredar di media sosial. Sejumlah perwakilan BAU Turkey International tertarik untuk melihat langsung karya tersebut. Ketertarikan itu mendorong mereka terbang langsung dari Turki ke Jakarta untuk menyaksikan secara dekat mahakarya Putrayasa. Mereka kemudian memesan empat patung yang akan dijadikan ikon kampus dengan mengusung tema spirit, kekuatan, dan futuristic.

Baca juga:  Seniman Mesti Cerdas dan Kreatif Tangkap Peluang

Pria asli Tibubeneng, Kuta Utara, Badung ini mengatakan, pengerjaan patung tersebut dilakukan selama tiga bulan. Permintaan tema tersebut diterjemahkan ke dalam karya seni tiga dimensi dengan teknik anyaman berbahan logam. Melalui pendekatan ini, ia sekaligus memperkenalkan kepada dunia bahwa Indonesia, khususnya Bali, memiliki tradisi menganyam yang telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap relevan dalam karya seni kontemporer.

“Konsep spirit, kekuatan, dan kesatuan kami terjemahkan dalam bentuk karya tiga dimensi menggunakan teknik anyaman logam. Di sini saya ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa Bali memiliki tradisi menganyam yang kaya nilai dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya saat ditemui di Denpasar, Senin (8/6).

Baca juga:  Kasus Ganja di Denpasar, Dua Terdakwa Divonis Hukuman Berbeda

Putrayasa menegaskan, karya tersebut bukan sekadar objek estetika, melainkan sebuah pernyataan bahwa seni adalah energi yang terus tumbuh dan berkembang dalam memaknai berbagai tantangan zaman dan seni akan selalu menjadi ruang yang hadir dalam setiap peristiwa kehidupan.

Sebagai seniman, Putrayasa berharap karya yang telah dipajang di Turki itu dapat menjadi penanda sekaligus pengingat eratnya hubungan antara Indonesia dan Turki yang telah terjalin sejak masa Kekaisaran Ottoman hingga saat ini. “Saya berharap karya ini menjadi simbol persahabatan dan pengingat bahwa hubungan Turki dan Indonesia telah terjalin sejak era Ottoman dan terus berkembang hingga hari ini,” ungkapnya.

Baca juga:  Karena Ini, Polres Klungkung "Take Down" Belasan Akun Medsos

Melalui karya seni yang melintasi batas negara, I Ketut Putrayasa menunjukkan bahwa seni tidak hanya menjadi medium ekspresi budaya, tetapi juga jembatan diplomasi yang mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa. (Widiastuti/bisnisbali)

 

BAGIKAN