Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Riza Adha Damanik, saat meninjau pelaku UMKM yang menjadi peserta Bali Jagadhita VII Tahun 2026 di Mall Bali Galeria, Jumat (5/6). (BP/kmb)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Perubahan perilaku konsumen global membuka peluang besar bagi UMKM Bali yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan. Produk yang diproduksi secara bertanggung jawab kini memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding produk konvensional.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Riza Adha Damanik, mengatakan tren ekonomi dunia saat ini tengah mengalami pergeseran. Jika sebelumnya hampir semua produk dapat diterima pasar, kini konsumen semakin selektif dalam menentukan barang yang dibeli dan dikonsumsi.

Menurutnya, masyarakat global semakin memperhatikan aspek lingkungan, kesehatan, dan keadilan dalam proses produksi.

“Hari ini konsumen semakin peduli membeli produk yang ramah lingkungan, sehat, dan berkeadilan. Karena itu UMKM harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut,” ujarnya saat Opening Ceremony Bali Jagadhita VII Tahun 2026 di Mall Bali Galeria, Jumat (5/6).

Baca juga:  Kecil, Peluang Bali Dapat Jatah Menteri

Ia mencontohkan produk wastra Bali yang menggunakan pewarna alami dan menerapkan prinsip zero waste terbukti memiliki daya saing lebih tinggi di pasar premium domestik maupun internasional.

Produk-produk tersebut dinilai mampu memenuhi standar keberlanjutan yang kini menjadi perhatian konsumen dunia.

Riza juga mengapresiasi penyelenggaraan fashion show dalam Bali Jagadhita VII yang menampilkan produk berbahan ramah lingkungan hasil karya perempuan-perempuan Bali.

Menurutnya, model usaha seperti itu menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.

Baca juga:  Gerakkan Ekonomi Bali, Potensi UMKM Perlu Dimaksimalkan

“Kita berharap model seperti ini terus berkembang sehingga mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Ia berharap Bali Jagadhita terus menjadi wadah pengembangan UMKM hijau sekaligus melahirkan wirausaha baru yang lebih produktif dan berdaya saing.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani mengatakan Bali Jagadhita VII Tahun 2026 menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi perdagangan, pariwisata, dan investasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan.

Even ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas wilayah dengan melibatkan daerah-daerah di Nusa Tenggara. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas ekonomi regional sekaligus menciptakan peluang kerja sama yang lebih luas bagi pelaku usaha dan investor.

Baca juga:  Capai Swasembada, Bali Minimal Harus Mampu Hasilkan 412.929 Ton Beras

Selain itu, Bali Jagadhita juga menjadi sarana memperkuat sektor UMKM melalui perluasan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Melalui berbagai rangkaian kegiatan yang digelar, berharap even kali ketujuh ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mempercepat transformasi ekonomi Bali menuju model pembangunan yang lebih inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan. (Suardika/balipost)

BAGIKAN