Pengerjaan Tugu Singasana di kawasan eks Kantor Kesbangpol dan Damkar Tabanan di Desa Dajan Peken berlanjut. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pembangunan Tugu Singasana di kawasan eks Kantor Kesbangpol dan Damkar Tabanan di Desa Dajan Peken kembali berlanjut. Setelah menyelesaikan pembangunan bagian dasar pada tahap sebelumnya, Pemkab Tabanan kini menggenjot pengerjaan tahap III dengan alokasi anggaran lebih dari Rp14 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan, I Gde Partana, Kamis (4/6), mengatakan, pekerjaan lanjutan sudah dimulai sejak Mei 2026. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026 sehingga monumen setinggi 30 meter itu dapat segera difungsikan sebagai ikon baru daerah.

Baca juga:  Komisi III DPRD Bali Dorong Percepatan Pembangunan Bandara Bali Utara

Menurutnya, pembangunan tahap III tidak hanya menyelesaikan struktur utama tugu, tetapi juga mencakup penataan kawasan di sekitarnya. Sejumlah fasilitas pendukung akan dibangun, mulai dari area tempat duduk, relief perjuangan, patung singa, hingga basement yang berfungsi menyesuaikan perbedaan kontur lahan di lokasi proyek.

Partana menjelaskan, Tugu Singasana dirancang sebagai monumen yang menggambarkan perjalanan sejarah Tabanan dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan. Selain menjadi landmark daerah, keberadaan tugu tersebut juga diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan masyarakat Tabanan.

Baca juga:  Nakes di Bangli Mulai Divaksin Booster Kedua

Ia menambahkan, lokasi pembangunan dipilih karena memiliki nilai historis. Kawasan eks Kantor Kesbangpol dan Damkar itu disebut pernah menjadi tangsi militer sekaligus gudang senjata pasukan Ciung Wanara pada masa perjuangan melawan Belanda. Nilai sejarah tersebut kemudian diangkat menjadi bagian dari konsep pembangunan tugu.

Pembangunan Tugu Singasana sendiri dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2025, tahap II telah menyelesaikan pembangunan bagian dasar dan pedestalan. Tahun ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian struktur tugu setinggi 30 meter beserta penataan kawasan pendukungnya. “Target kami proyek monumental tersebut dapat tuntas sesuai jadwal pada penghujung tahun 2026,”pungkasnya. (Dewi Puspawati/balipost)

Baca juga:  Gubernur Koster Saksikan MoU Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Wilayah Berbatasan Kawasan Suci Besakih

 

BAGIKAN