Bupati Adi Arnawa saat meninjau pelaksanaan layanan pengaduan dan aspirasi masyarakat “Kontak Bupati” serta operasional pengembangan CCTV analitik di Kabupaten Badung, di ruang Command Center, Diskominfo Badung, Rabu (29/10). (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus mematangkan rencana pemasangan ratusan Closed Circuit Television (CCTV) di berbagai titik strategis, khususnya kawasan pariwisata. Namun, realisasi program ini masih menunggu rampungnya pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk Jalan Lingkar Selatan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Badung, I Ketut Gede Arta menegaskan bahwa keberadaan CCTV di ruang publik menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Secara substansi kami kan sebenarnya ingin memberikan layanan, kalau kita di Kominfo ini kan ingin memberikan layanan semaksimal mungkin, sehingga ada kontribusi terhadap upaya menciptakan ketenteraman, ketertiban,” ungkap Gede Arta, saat dikonfirmasi Jumat (22/5).

Baca juga:  WPRF 2024, Pemimpin Dunia Didorong Jadikan Komunikasi Mesin Perubahan Positif

Ia menjelaskan, sistem CCTV yang dirancang tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau, tetapi juga akan terintegrasi dengan berbagai perangkat daerah dan lintas sektor. Dengan konektivitas ini, pengawasan di lapangan diharapkan menjadi lebih efektif dan responsif.

“Teknologi ini kan banyak manfaatnya sebenarnya dan bisa terkoneksi ke beberapa perangkat daerah dan juga lintas sektor,” ujarnya.

Saat ini, Pemkab Badung masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur utama, terutama proyek Jalan Lingkar Selatan. Setelah proyek tersebut rampung, pemasangan CCTV akan dilakukan bersamaan dengan penyempurnaan fasilitas pendukung lainnya.

Baca juga:  Hujan Guyur Denpasar, Sekolah dan Rumah Terendam Banjir

“Karena kan sekarang sedang fokus di infrastruktur. Jalan lingkar selatan itu kan sedang berproses. Nah mungkin nanti sekalian kalau sudah selesai jalannya baru dilengkapi dengan infrastruktur pendukung lainnya,” terangnya.

Seperti diketahui, Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 34 miliar pada tahun 2025 untuk pengadaan CCTV. Kamera pengawas ini nantinya akan dipasang di seluruh destinasi pariwisata di wilayah Badung.

Program ini juga menjadi bagian dari langkah peremajaan sistem pengawasan. Pasalnya, CCTV yang saat ini digunakan merupakan pengadaan tahun 2016 dan sebagian besar sudah tidak berfungsi optimal. Dari total 163 unit yang terpasang, sebanyak 101 unit dilaporkan mengalami kerusakan.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Penjelasan Gerhana Bulan hingga Kontingen Buleleng Optimis

Tak hanya itu, Pemkab Badung juga tengah merancang program integrasi CCTV berbasis kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan pihak swasta. Skema ini diharapkan mampu memperkuat sistem keamanan secara menyeluruh.

Program integratif tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah seperti Diskominfo, Dinas Pariwisata, Dinas Perizinan, Satpol PP, Kesbangpol Linmas, serta Bagian Hukum Setda Badung. Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan. (Parwata/balipost)

BAGIKAN