Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah 50 poin atau 0,28 persen jadi Rp17.717 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.667 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai pelemahan ini disebabkan meningkatnya ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga The Fed akan bertahan lebih lama.

“Pergerakan nilai tukar masih dipengaruhi penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve akan bertahan lebih lama,” katanya di Jakarta, Jumat (22/5) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  2030, Indonesia Ditarget Masuk Sepuluh Besar Perekonomian Dunia

Melihat dari sisi global, sentimen utama masih dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait negosiasi Amerika Serikat – Iran, potensi gangguan di Selat Hormuz, serta dinamika harga minyak dunia yang berdampak pada sentimen risiko global dan penguatan dolar AS.

Selain itu, arah kebijakan The Fed, pergerakan indeks dolar AS (DXY), serta imbal hasil obligasi pemerintah AS juga masih menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan rupiah.

Baca juga:  Community Honda CBR250RR Rayakan HUT ke-2

Kendati demikian, tekanan terhadap rupiah diperkirakan tidak terlalu dalam setelah Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur 19–20 Mei 2026 memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar dan mengurangi volatilitas pasar keuangan domestik.

Lebih lanjut, sentimen dari dalam negeri tertuju pada langkah lanjutan BI dalam menjaga stabilitas rupiah setelah kenaikan BI-Rate, termasuk melalui penguatan intervensi di pasar valuta asing dan menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik.

Baca juga:  Kasus COVID-19 Baru Nasional Masih di Atas 8.000 orang

“Kondisi fundamental ekonomi seperti inflasi dan cadangan devisa, juga akan turut menentukan arah rupiah,” ucap Amru.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.717 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.673 per dolar AS. (kmb/balipost)

BAGIKAN