Karyawan menunjukkan angka pada kalkulator di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Kamis sore (9/7) melemah 114 poin atau 0,63 persen menjadi Rp18.128 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.014 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa, dilansir dari Kantor Berita Antara menyatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya permintaan terhadap dolar AS.

“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven setelah kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran,” ucapnya.

Baca juga:  Kabar Duka Masih Dilaporkan Bali, Tambahan Kasus COVID-19 dan Sembuh Hari Ini Sama

Di samping itu, lanjutnya, kenaikan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ke kisaran 74 dolar AS per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level relatif tinggi.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Melihat dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia disebut masih cukup terjaga sehingga membantu membatasi tekanan terhadap rupiah. Hal tersebut tercermin dari posisi cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi 145,6 miliar dolar AS pada akhir Juni 2026, naik dari 144,9 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.

Baca juga:  Empat Terdakwa 19 Ribu Butir Ekstasi Kompak Divonis 20 Tahun Penjara

“Kenaikan tersebut memperkuat kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” ungkap Amru.

Selain itu, inflasi yang tetap terkendali serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui bauran kebijakan moneter dianggap menjadi faktor penopang.

“Meski demikian, dalam jangka pendek pergerakan rupiah diperkirakan masih akan lebih dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global dibandingkan faktor domestik,” kata dia.

Baca juga:  Diluncurkan Menkop Tahun 2023, Sejumlah Mesin Bantuan Kini Tak Beroperasi Maksimal

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp18.090 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.005 per dolar AS. (kmb/balipost)

BAGIKAN