
DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya menerima kunjungan tokoh spiritual sekaligus CEO Patanjali Ayurved dan pakar Ayurveda asal India, Acharya Balkrishna, di ruang Ketua DPRD Bali, Kamis (4/6). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan tanaman herbal, pertanian organik, hingga pertukaran pelajar antara Bali dan India.
Dalam pertemuan yang turut didampingi anggota DPRD Bali dapil Buleleng, Dr. Somvir, Acharya Balkrishna memperkenalkan berbagai program dan usaha yang dikembangkan perusahaannya. Mulai dari pendidikan sains, pertanian organik, hingga industri herbal berbasis bahan alami tanpa campuran kimia.
Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, mengatakan dirinya mengapresiasi kunjungan tersebut karena membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi Bali.
“DPRD Bali menerima seorang tamu dari negara India, Bapak Acharya Balkrishna. Beliau menjelaskan tujuannya datang ke Bali dan Indonesia. Beliau adalah pemilik perusahaan besar yang bergerak di bidang pendidikan, sains, pertanian organik, pertukaran pelajar, hingga pabrik-pabrik yang memproduksi berbagai produk herbal tanpa campuran kimia,” ujar Dewa Mahayadnya.
Menurut pria yang akrab disapa Dewa Jack ini, Acharya Balkrishna juga menyampaikan kekagumannya terhadap masyarakat Bali yang dinilai mampu menjaga tradisi, budaya, agama, serta warisan sastra yang menjadi fondasi perkembangan kebudayaan Pulau Dewata.
“Beliau sudah berkeliling Bali dan melihat masyarakat Bali sangat menjaga tradisi budayanya, termasuk agamanya. Penggunaan sastra juga menjadi dasar perkembangan budaya di Bali dan hal itu sangat dihargai serta berkembang dengan baik,” katanya.
Dewa Jack menambahkan, Acharya Balkrishna bahkan mengundang DPRD Bali untuk berkunjung ke pusat kegiatan Patanjali di India yang berlokasi di kawasan dekat Sungai Gangga.
Selain itu, Acharya juga mendorong terjalinnya kerja sama yang lebih luas antara India dan Indonesia, khususnya Bali, melalui program pertukaran pelajar dan pengembangan pendidikan berbasis sains.
“Pesan beliau kepada saya adalah agar lebih banyak kerja sama antara India dan Indonesia, khususnya Bali. Salah satunya melalui pertukaran pelajar sehingga pendidikan dan sains yang mereka miliki bisa dikembangkan di Bali. Beliau sangat berharap nantinya ada kerja sama atau MoU seperti itu,” jelasnya.
Dewa Jack mengatakan bahwa Acharya Balkrishna sudah melihat langsung bahwa tanaman herbal di Bali lebih murni. Karena polusi di Bali relatif kecil, tanaman obat menjadi lebih segar dan berkualitas. “Karena itu beliau tertarik untuk melakukan kerja sama maupun pertukaran terkait tanaman herbal tersebut,” katanya.
Sementara itu, Acharya Balkrishna mengungkapkan ketertarikannya terhadap tanaman herbal yang tumbuh di Bali. Menurutnya, kualitas tanaman obat di Bali dinilai lebih murni karena tingkat pencemaran lingkungan yang relatif rendah dibandingkan beberapa wilayah di India.
Acharya Balkrishna menjelaskan bahwa Patanjali Ayurved saat ini memproduksi lebih dari dua ribu jenis produk herbal dan kesehatan. “Total dua ribu lebih produk,” ujarnya.
Menurut Acharya, salah satu tujuan kunjungannya ke Bali adalah mencari dan mempelajari berbagai tanaman obat yang tumbuh di Pulau Dewata.
Ia juga menyatakan kesiapan membuka peluang bagi mahasiswa Bali untuk menimba ilmu di India melalui program pertukaran pelajar. “Kami siap melakukan pertukaran pelajar,” tegas Acharya yang juga menjabat sebagai Rektor Patanjali University ini.
Tak hanya itu, pihaknya juga siap menjalin kerja sama pengembangan pertanian organik serta mengirim tenaga ahli ke Bali untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. “Kantor kami berada di atas lahan sekitar seribu hektar di dekat Sungai Gangga,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Acharya Balkrishna merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam pengembangan Ayurveda modern di India. Bersama guru yoga terkenal Baba Ramdev, ia mendirikan Patanjali Ayurved yang kini berkembang menjadi salah satu perusahaan produk kesehatan dan herbal terbesar di India. Ia dikenal luas atas dedikasinya dalam mempopulerkan pengobatan tradisional berbasis Ayurveda dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai bagian dari gaya hidup sehat. (Adv/balipost)










