Tim melakukan pengecekan abrasi di Pura Rambut Siwi, Yehembang Kangin. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Abrasi yang terus menggerus pesisir di kawasan Pura Tirta Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, kian mengkhawatirkan. Kondisi itu membuat pemerintah desa bersama pangempon pura mengajukan penanganan ke Balai Wilayah Sungai Bali Penida karena kerusakan dinilai sudah masuk kategori berat.

Perbekel Yehembang Kangin, Gede Suardika, saat dikonfirmasi Rabu (20/5), mengatakan, pihak desa bersama pangempon pura telah melaporkan kondisi itu kepada pemerintah daerah dan mengusulkan penanganan ke Balai Wilayah Sungai Bali Penida.

Baca juga:  Penuhi Permintaan Pasar, Luasan Tanam Beras Merah Cendana Ditambah

Menurutnya, tingkat kerusakan di kawasan pura sudah cukup berat sehingga membutuhkan penanganan teknis yang menjadi kewenangan BWS.  “Kerusakan dan penyebab abrasi ini sudah skala besar, sehingga penanganannya harus sesuai teknis,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah desa bersama Camat Mendoyo, jajaran Polsek Mendoyo, Koramil Mendoyo, masyarakat serta pengempon pura sempat melakukan gotong royong untuk penanganan sementara. Upaya itu dilakukan dengan menempatkan pasir ke dalam kampil untuk menahan terjangan ombak.

Baca juga:  Kasus Rabies Meningkat, Wabup Jembrana Minta Penanganan Lebih Masif

Namun, langkah darurat tersebut dinilai belum mampu mengatasi abrasi karena gelombang laut terus mengikis bibir pantai. “Sudah sempat dilakukan penanganan sementara, tetapi belum efektif karena kerusakannya cukup berat,” kata Suardika.

Ia menambahkan, tim dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida juga telah turun melakukan survei ke lokasi abrasi. Meski demikian, hingga kini belum ada realisasi penanganan di kawasan pura tersebut.

Sementara itu, salah seorang pengempon pura mengaku kondisi abrasi di kawasan Pura Tirta Rambut Siwi semakin mengkhawatirkan. Sejumlah bagian pura disebut telah rusak akibat terus diterjang ombak laut.

Baca juga:  Pura Alas Rengked Terancam Abrasi

Menurutnya, apabila tidak segera dilakukan penanganan, keberadaan pura yang berada di pesisir pantai itu terancam mengalami kerusakan lebih parah. Masyarakat dan pengempon pura pun berharap instansi terkait segera mengambil langkah penanganan untuk mencegah abrasi semakin meluas. (Surya Dharma/balipost)

 

BAGIKAN